LSM LePAsP Unjukrasa Tuntut Perbaikan Nasib Pekerja Outsourcing

by
Foto: Aktivis yang tergabung LSM LePAsP (Lembaga Pemerhati Aspirasi Publik) Kabupaten Kudus, saat berunjukrasa di alun alun Simpang Tujuh Kudus. (Yayuk/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Sejumlah aktivis yang tergabung LSM LePAsP (Lembaga Pemerhati Aspirasi Publik) Kabupaten Kudus, Selasa (17-04-2018), menggelar aksi damai di Simpang Tujuh Kudus, tepatnya di depan air mancur Kantor Pemkab Kudus. Dalam aksi tersebut mereka menuntut bupati dan DPRD, agar memperhatikan nasib pekerja outsourcing yang belum terpenuhi hak normatifnya.

TRENDING :  Gudang Produksi Briket di Kayen Ludes di Lalap Jago Merah

Sejumlah petugas Polres Kudus, memantau dan mengamankan aksi yang dimulai sekitar pukul 09:30 WIB itu. Setelah didahului doa dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Achmad Fikri, selaku ketua komite dan korlap menyampaikan orasi, dilanjutkan oleh aktivis lainnya.

Tuntutan juga disampakan secara tertulis dalam spanduk, terdiri dari empat permintaan, yakni meminta kepada bupati dan DPRD Kabupaten Kudus, melindungi hak-hak normative pekerja outsourcing, memberikan anggaran selama 12 bulan, menghentikan dan mengusut tuntas pemotongan gaji pekerja outsourcing oleh perusahaan dan memberikan THR sesuai Undang Undang (UU) dan ketentuan yang berlaku.

Ada satu lagi spanduk yang dibentangkan, bertuliskan dengan huruf-huruf besar; Kejahatan outsourcing Pemkab Kudus, “Oknum Anggota Dewan Memeras Buruh, Dieksploitasi Tanpa Upah.”
Setelah unjukrasa berlangsung sekitar 30 menit, Pemkab yang diwakili oleh oleh Kepala BPPKAD, Eko Jumartono dan Kakan Kesbangpol Kudus, Eko Dwi Jadmiko, berkenan menerima pengunjukrasa, beraudiensi di lantai empat gedung Setda Kudus.

TRENDING :  Hujan Semalam , Bulung Kulon Dan Pladen Kebanjiran
KOMENTAR SEDULUR ISK :