2

LSM Pertanyakan Pengadaaan Pegawai Outsuorcing Oleh Dinas Cipkataru

Kudus, isknews.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Tinggi Komando Pengendalian Stabilitas Nasional Republik Indonsia (LTKPSNRI) Kabupaten Kudus, mempertanyakan pengadaan pegawai outsourcing bagian kebersihan oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cipkataru) Kabupaten Kudus, terkait jumlah pagawai yang di bagian kebersihan (cleening service) yang tidak sesuai, antara yang ada dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dengan jumlah pegawai yang ditugaskan di lapangan.

“Jumlah pegawai cleaning service yang ada di DPA sebanyak 200 orang, namun yang menjalankan tugas di lapangan, hanya sebanyak 140 orang, “ kata Ketua LSM LTKPSNRI Kabupaten Kudus, Bambang Prio, yang dihubungi isknews.com, Rabu (12/10), mengatakan hal itu.

Menurut data yang dihimpun pihaknya, pada tahun anggaran (TA) 2016 ini, Dinas Cipkataru mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,9 miliar dari dana APBD Kabupaten Kudus, untuk pengadaan pegawai outsourcing bagian kebersihan.

Baca Juga :  Kuota Maksimal Pelayanan Pembuatan KTP – El 400 – 500 Perhari

Sementara itu terkait dengan tudingan tersebut, Kepala Dinas Cipkataru Kudus yang dihubungi di kantornya, Kamis (13/10) membantah sinyalemen LSM tersebut, “Secara umum saya terimakasih atas masukan dari LSM, namun mungkin pak Bambang kurang cermat dalam melakukan investigasi di perusahaan penyelenggara alih daya terkait jumlah total personel yang bekerja di lingkungan Dinas Ciptakaru, sebab fakta riil justru yang terlibat di lingkungan Dinas kami tidak hanya 200 bahkan 206 personel pekerja alih daya, dengan perincian, Tenaga Penyapu dan Pengumpul Sampah Desa sejumlah 165 personil, Tenaga Pengangkutan 10 personil, Pembersihan Bern Jalan 9 personil, kebersihan TPA ada 7 personil, kebersihan Rusunawa 11 personil, kebersihan Kantor Ciptakaru 4 personil, jadi totalnya 206 personil,” ujar Kepala Dinas yang akrab di panggil “Mami Tun” ini. (DM)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?