Mahasiswa Jepara di Semarang dan Madura Ingin Pendampingan Kearifan Lokal

Mahasiswa Jepara di Semarang dan Madura Ingin Pendampingan Kearifan Lokal

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Para mahasiswa Jepara di Semarang ( KMJS) dan para mahasiswa Jepara di Madura (SWARA) ingin mendapatkan pendampingan dari Yayasan Kartini Indonesia (YKI) terkait dengan pengetahuan tentang kearifan dan sejarah lokal Jepara. Tujuannya agar mereka dapat lebih mencintai dan bangga terhadap daerahnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum KMJS Khoiruddin Farid dan Ketua SWARA, Sholikul saat melakukan silahturahmi dengan Ketua Yayasan Kartini Indonesia, Hadi Priyanto di sekretariat YKI Senin (3/7/2017) dan Selasa ( 4/7/2017).

TRENDING :  Jepara Juara Sepaktakraw Piala Bupati Brebes

Menurut  Khoiruddin Farid, pengetahuan tentang kearifan sejarah dan budaya lokal ini tidak didapat di bangku sekolah dan juga minimnya literatur yang ada. “Bahkan di perpustakaan daerah juga tidak banyak buku yang menulis tentang kearifan lokal Jepara,” ujarnya.

Sementara Sholikul yang bersama 70 mahasiswa kuliah di Madura mengaku pengetahuan sejarah dan kearifan lokal Jepara sangat minim. “Karena itu kami minta agar Yayasan Kartini Indonesia bersedia mendampingi kami mengenal lebih dekat kearifan lokal Jepara,” kata Sholikul.

TRENDING :  Angkat Budaya dan Kearifan Lokal Melalui Lomba Bercerita

Ketua YKI Hadi Priyanto memberikan apresiasi terhadap keinginan para mahasiswa Jepara di Semarang dan Madura. “Kearifan sejarah dan budaya lokal dapat menjadi salah satu pembentuk karakter diri. Juga menambah kecintaan dan kebanggan para mahasiswa pada daerahnya,” ujar Hadi Priyanto.

TRENDING :  Jepara Wakili Jateng di Karnaval Keprajuritan Nusantara 2017

Desiminasi tentang kearifan sejarah dan budaya lokal ini sangat penting, termasuk membukukan cerita lisan yang ada agar generasi muda dapat belajar dari keteladaan dan perjuangan para leluhurnya. “Selama ini kearifan sejarah dan budaya lokal kurang mendapatkan perhatian dari para pemangku kepentingan di Jepara. Harapannya kedepan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memberikan perhatian terhadap persoalan ini,” tandasnya. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post