Majikan Penyetrika Pekerja Laundri Ditetapkan Tersangka

by

Kudus, isknews.com – Kepolisian akhirnya menetapkan AS (28) sebagai tersangka penganiayaan terhadap Mufiatun (25), seorang pekerja laundri yang mengalami luka serius pada bagian perut akibat disetrika. Setelah mendapat laporan dugaan penganiayaan, Polres Kudus bergerak cepat dengan menangkap AS di rumah kontrakannya yang sekaligus dijadikan tempat usaha laundri di Dukuh Karang Pakis, Desa Jepang Pakis 02/01, Kecamatan Jati, Sabtu (8/10) pukul 20.00 WIB.

TRENDING :  House Of Amira Dibobol Maling

iu

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai saat gelar perkara di Mapolres Kudus, Senin (10/10), mengatakan, tersangka ditangkap di rumah kontrakannya dengan dibantu warga sekitar, kemudian diamankan ke Polres Kudus untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

TRENDING :  ORGANDA KUDUS, " Penurunan Tarif Sebesar 3% Belum Efektif Berlaku "

Andy melanjutkan, menurut pengakuan tersangka penganiayaan terjadi karena AS jengkel kepada Mufiatun yang ketiduran saat menyetrika pakaian. Karena sudah terlalu jengkel akhirnya AS mengambil setrika kemudian ditempelkan pada perut korban, yang mengakibatkan luka bakar cukup serius dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Kejadian penganiayaan tersebut, kata Andy, terjadi sekitar bulan Juni lalu atau sebelum puasa. Tetapi baru terungkap beberapa hari lalu karena korban memberanikan diri kabur dari rumah tersangka. Setelah korban berhasil melarikan diri, bersama warga sekitar kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polres Kudus.

KOMENTAR SEDULUR ISK :