Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau Penyebab Tingginya Inflasi

Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau Penyebab Tingginya Inflasi

Kudus, ISKNEWS.COM – Kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada November 2016 mengalami inflasi 0,32 persen. Terjadi kenaikan indeks dari 141,45 pada Oktober 2016 menjadi 141,90 pada November 2016. Inflasi dialami oleh dua subkelompok yaitu subkelompok makanan jadi 0,05 persen dan subkelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 1,51persen.

Inflasi kudus
ISKNEWS.COM

Sedangkan subkelompok minuman tak beralkohol mengalami deflasi sebesar 0,09 persen. Secara keseluruhan kelompok ini memberikan sumbangan inflasi November sebesar 0,06 persen. Komoditas penyumbang inflasi adalah biskuit, martabak, rokok kretek, rokok kretek filter, dan rokok putih. Sedangkan komoditas penyumbang deflasi adalah gula pasir.

Sama halnya dengan kelompok kesehatan juga mengalami inflasi sebesar 0,16 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 122,58 pada Oktober 2016 menjadi 122,78 pada November 2016. Dari empat subkelompok yang ada hanya satu subkelompok yang mengalami inflasi yaitu perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0,48 persen.

BACA JUGA :  Kudus Luncurkan Program Elektronifikasi Transaksi Keuangan Untuk Restribusi Pedagang Pasar Kliwon

Secara umum kelompok kesehatan memberi andil inflasi November sebesar 0,01 persen dengan komoditas penyumbang inflasi adalah pelembab dan sabun wajah.

Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya inflasi pada bulan November 2016 adalah bawang merah, cabai rawit, pasir, cabai merah, beras, dan rokok kretek. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post