Malam Muwadda’ah Ahirussanah MA NU TBS : Meneguhkan Budaya Salafus Sholih di Nusantara dengan Akhlaq karimah.

image

Malam Muwadda’ah Ahirussanah MA NU TBS : Meneguhkan Budaya Salafus Sholih di Nusantara dengan Akhlaq karimah.

Isknews.com, Kudus – Muwadda’ah atau yang akrab di namai dengan Perpisahan (pamitan : red) ini di laksanakan berbeda dengan sekolah lain, karena jika di sekolah kebanyakan di laksanakan pada pagi atau siang hari, lain hal nya di Madrasah Taswiquttulab Salafiyah (TBS) Kudus. Pasalnya acara pada malam hari saat muwada’ah dari dulu sudah di lakukan di Madrasah ini.

Acara yang di laksanakan sabtu (07/05/16) pada jam 19.00 sampai 23.00 ini berlangsung di Aula Madrasah, dan di hadiri siswa kelas akhir dan para guru.

Baca Juga :  Pelajar MAN 1 Kudus dapat wawasan tentang ESQ

Dalam Mauidhoh hasanah nya, KH. Hasan Fauzi berpesan kepada santri TBS untuk terus menuntut ilmu dimanapun dan amalkanlah ilmu yang telah di dapat. Serta Berhati hati lah kalian pada tiga golongan manusia, yaitu : ulama’ yang lalai, kaum faqir yang bermuka dua dan orang sufi yang bodoh”imbuh beliau.

Meneguhkan budaya Salafus Sholih di Nusantara dengan Ilmu dan Akhlak karimah menjadi Tema Muwadaa’ah tahun ajaran 2015-2016.

image

Nashrul Hidayat kelas XII Program Keagamaan saat di temui Isknews.com setelah acara Muwadaa’ah mengatakan bahwa Pertemuan ini sungguh sangat mengharukan bagi kami, memberi kenangan yang mendalam. Bagaimana tidak akan terharu, nanti nya saya akan berpamitan dengan kyai, guru dan teman seperjuangan mulai dari kecil, pasti nya berjuta kenangan indah saat Menimba ilmu di Madrasah ini.

Baca Juga :  Wujud Kerja Nyata, Pemimpin Harus Bisa Jadi Penyambung Lidah Rakyat

image

Remaja asal Jepang pakis Jati Kudus (no.2 dari kanan) yang rencana nya ingin melanjutkan ke Pondok Pesantren ini berpesan terhadap teman teman nya untuk selalu menjaga almamater madrasah dimanapun kalian berada dan ingatlah pesan kyai kita saat masih berada di Madrasah TBS”, terang nya.

Suwanto S.PdI Humas MA NU TBS kepada Isknews.com menjelaskan bahwa Muwadda’ah tahun ini di ikuti 344 siswa dari program studi (prodi) IPA, IPS, Bahasa, Keagamaan dan Alhamdulillah lulus UAN semua.

Suwanto menambahkan jika Sebelum prosesi Pembaiatan di mulai kepada Siswa TBS,KH. Khoiruzad TA  memberi wejangan bahwa Muwadda’ah sendiri jangan di artikan sebagai perpisahan melainkan Memohon do’a restu (Pamitan, Red) terhadap Kyai, Guru dan juga teman satu angkatan.

Baca Juga :  170 SD Tahun Depan Diusulkan Dapat Dana Alokasi Khusus

Do’a dan Mushafahah (salam-salaman) menempati acara yang terakhir dan sekaligus menutup acara pada lailatul muwadda’ah” Pungkasnya.(Jivan)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?