Mangkir Lagi, Tiga Kali Dipanggil DPRD Pemilik PT Soloroda Tak Hadir

Mangkir Lagi, Tiga Kali Dipanggil DPRD Pemilik PT Soloroda Tak Hadir

Kudus, isknews.com – Kasus ketidakjelasan nasib 317 karyawan PT Soloroda Indah Plastik yang di rumahkan dan hingga kini tidak dipekerjakan samasekali masih belum mememui titik kejelasannya, setelah undangan yang dilayangkan kepada para petinggi dan pemilik perusahaan karung plastik di kawasan Desa Terban Jekulo Kudus, M. Toha kembali meraka tak mau hadir.

Sedianya, Anggota komisi B DPRD Kudus mengundang mereka untuk upaya penyelesaian hak pekerjanya yang sejak Agustus 2017 tidak dipekerjakan dan belum mendapatkan pesangon maupun uang tunggu yang diharapkan bisa menyelesaikan permasalahan setelah diundang tiga kali oleh DPRD Kudus di ruang rapat komisi B DPRD Kudus. Senin (14/11/17).

Ketua Komisi B Mukhasiron dan Jajaran Dinas Tenaga Kerja Kudus

Padahal dalam rapat tersebut Komisi B telah mengundang beberapa pihak selain wakil pekerja dan serikat pekerja SPSI, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kudus Revlisianto Subekti.

TRENDING :  RSUD Klarifikasi dan Edukasi Korban Gas Melon

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Bambang TW, serta Satuan Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah Pati, bahkan juga dari unsur perbankan yang berkait dengan pengakuan bangkrut perusahaan tersebut dengan mengundang BCA dan Bank HSBC, namun yang bisa hadir hanya dari BCA.

Ketidak hadiran mereka berkilah bahwa para petinggi PT Soloroda tidak bisa hadir karena masih berada di luar kota, Dalam suratnya mereka juga menyebut selain M Toha, “Soeleman Poerwito Gunawan maupun Eddy Pramono dari pihak manajemen, juga tidak bisa hadir karena tugas keluar kota terkait permasalahan perusahaan,” ujar Ketua Komisi B Mukhasiron.

TRENDING :  Jika Akses Jalan Menuju Perumahan Jepangpakis Di Tutup Warga, Pengembang Ancam Lapor Ke Polda

Dijelaskan oleh ketua Komisi B, ” sesuai suratnya, mereka berjanji akan memenuhi panggilan dalam rapat dengan pendapat atau sesi rapat lainnya setelah pihak perusahaan selesai melakukan kerja luar kota pada akhir November 2017,” ujarnya.

Seharusnya, kata dia, perusahaan memiliki iktikad baik untuk menyelesaikan permasalahan pekerja di forum terhormat ini, karena semua pihak menginginkan bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Hal tersebut seperti disampaikan Kuasa hukum pekerja PT Soloroda Indah Plastik Daru Handoyo berharap, ketika ada pemilik perusahaan, permasalahan hak buruh bisa dicarikan solusinya.

Kuasa Hukum Para Pekerja PT Soloroda Indah Plastik, Daru Handoyo

“Harus diperiksa niat baik para petinggi perusahaan ini, karena negosiasi dengan karyawan PT Soloroda sudah dilakukan selama sembilan kali,” terang Ketua Tim advokasi pekerja PT Soloroda dari SPSI Kudus ini.

TRENDING :  LAGI - LAGI WADUK SELOROMO GEMBONG MAKAN KORBAN

“Kalaupun benar menunggak utang, tentunya kami juga siap mencarikan jalan keluar, termasuk mencarikan investor yang bersedia membeli perusahaannya agar utang di perbankan serta hak karyawan bisa dibayarkan,” ujarnya.

Apalagi, lanjut dia, beredar kabar bahwa PT Kasih Sumber Rejeki yang dimiliki oleh Moh. Toha sebagai pemilik PT Soloroda menanggung utang di dua lembaga perbankan.

“Karena PT Kasih Sumber Rejeki yang menanggung utang, justru PT Soloroda yang dikorbankan sehingga sejak Agustus 2017 sebanyak 324 pekerja tidak mendapatkan kejelasan statusnya,” ujarnya.

Rapat dengar pendapat selanjutnya, Komisi B DPRD Kudus berencana memanggil kembali pemilik PT Soloroda Indah Plastik serta BCA maupun Bank HSBC. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post