Mantan Anggota Dewan Jadi Tersangka Penipuan

Mantan Anggota Dewan Jadi Tersangka Penipuan

Blora, isknews.com (Lintas Blora) -Seorang mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora, harus berurusan dengan polisi lantaran malakukan aksi penipuan berkedok penerimaan calon Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Tersangka bernama Agus Sucipto (60) dari Kecamatan Randublatung, diketahui melakukan penipuan kepada Dardi yang juga merupakan penduduk di Desa Pilang Kecamatan Randublatung.

Aksi tersebut, diketahui dilakukan sejak tahun 2014. Dengan mengiming-imingi korban bisa dijadikan PNS dalam waktu singkat. Kemudian tersangka meminta sejumlah uang kepada korban untuk diserahkan kepada pegawai di Pemerintahan Pusat. “Sebesar dari minimal Rp. 50 juta sampai Rp. 150 juta,” kata Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Asnanto.

TRENDING :  Produksi Gabah Nasional Tahun 2016 Lampaui Target

Dalam aksinya, tersangka juga menyertakan sejumlah dokumen biding untuk meyakinkan korban. Selain itu juga memberikan seragam PNS kepada Korban. “Sepengetahuan tersangka, koordinator yang bertugas merekrut CPNS berjumlah 5 orang. Yang semuanya melaporkan dan menyetorkan kepada Saudara Bony yang bekerja di BKD pusat,” ujarnya.

Kasus tersebut terbongkar, lanjut dia, setelah korban melaporkannya ke Polsek Randublatung pada (14/12/2016). Dan pelaku ditangkap pada tanggal (18/2/2017) setelah melalui proses penyelidikan.

TRENDING :  Pembangunan Pos Polisi Digalakan

AKP Asnanto menghimbau, agar masyarakat waspada dengan modus penipuan berkedok penerimaan CPNS. Kemudian berlanjut penawaran jasa untuk membantu dengan meminta sejumlah imbalan.

“Apabila ada oknum atau siapapun yang menyampaikan informasi ada penerimaan CPNS, kemudian mengiming-imingi bisa membantu dan meminta sejumlah uang atau imbalan, segera laporkan ke penegak hukum. Hal tersebut patut diduga penipuan,” katanya.

Sementara, Agus Sucipto, saat dimintai keterangan di ruang tahanan Mapolres Blora mengaku, bahwa pihaknya juga merupakan korban penipuan dari jaringannya yang berasal dari Kabupaten Pati berjumlah 4 orang.

TRENDING :  Anak Kandung Tega Bacok Ayah dan Ibunya Pakai Parang

Dirinya mengaku, uang tersebut diserahkan kepada oknum mengaku berasal dari Paguyuban Kepala Desa di Kabupatan Pati. Yang mempunyai jaringan di Pusat. “Saya ini juga jadi korban,” katanya.

Terkait hal itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan mengaku telah mengantongi sejumlah nama. “Polisi masih memburu pelaku,” kata Kabag Humas Polres Blora, AKP Sularno. (as)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Post Comment

*