Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Ziarah Ke Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kalijaga

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Ziarah Ke Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kalijaga

Demak, isknews.com (Lintas Demak) – Komandan Kodim 0716 Demak Letkol Inf Agung Udayana beserta Ibu mendampingi Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jendral (TNI) Purnawirawan George Toisutta (mantan Kasad 2009-2011) beserta ibu berziarah ke Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, Jum’at (28/04).

Dalam sejarah, Masjid Agung Demak didirikan secara bersama – sama oleh Wali Songo. Arsitektur Masjid Agung Demak sangat unik dan berbeda dengan arsitek masjid pada umumnya di jazirah Arab yang identik dengan kubah. Masjid Agung Demak material utama bangunan dari kayu jati dan beratapkan sirap yang ditopang dengan empat buah soko guru (tiang utama). Uniknya dari Masjid Agung Demak, atapnya bersusun tiga berbentuk segitiga sama kaki mirip dengan pura umat Hindu. Atap susun tiga sebagai wujud akulturasi budaya setempat kala itu, diyakini juga memiliki makna khusus yang melambangkan tingkat orang iman, yaitu Mukmin, Muslim dan Muhsin.

TRENDING :  Dengan Program Jambanisasi Ini, Wujudkan Masyarakat Sehat Dan Sejahtera

Sedangkan Pembangunan Masjid Agung Demak itu sendiri penuh dengan legenda, salah satunya adalah perihal soko guru dan atap sirap masjid. Konon menurut legenda, masing – masing soko guru adalah hasil karya para wali, yaitu Sunan Ampel, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga. Salah satu soko guru, hasil karya Sunan Kalijaga tidak terbuat dari kayu utuh sebagaimana layaknya tiang utama, melainkan dari potongan kayu (masyarakat biasa menyebutkan tatal) yang disusun dan diikat. Begitu pula dengan atap sirapnya, dalam masyarakat Demak dan sekitarnya terdapat cerita bahwa salah satu atap sirap Masjid Agung Demak terbuat dari intip ( kerak nasi liwet ) hasil karya Sunan Kalijaga.

TRENDING :  Impian Ngatini Untuk Miliki Rumah Layak Huni Jadi Kenyataan

Dalam acara ziarah ini Mantan KASAD  berdoa di Makam Sunan Kali Jaga dan Kesultanan Demak Bintoro, setelah selesai berdoa Jendral (TNI) Purnawirawan George Toisutta menyempatkan diri untuk melihat museum Masjid yang terletak tidak jauh dari Lingkungan Masjid Agung Demak. Sebagaimana konsep tata kota di Jawa pada umumnya (masih menurut cerita masyarakat, hasil karya para wali), Masjid Agung Demak terletak dipusat kota Demak menghadap ke Alun – alun yang luas yang digunakan sebagai pusat kegiatan masyarakat. Terletak pada lingkungan pusat pemerintahan dan sarana – sarana pendukung lainnya. Di sebelah area Masjid Agung Demak terdapat komplek makam para raja – raja Demak Bintoro, diantaranya adalah makam R. Patah, ibunda R. Patah (putri Camp), R. Trenggono dan R. Patiunus. Sebelumnya Mantan Kasad perjalanan dari kudus baru pulang mampir ziarah ke masjid Agung Demak sekalian Silaturahmi. (Wh)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Post Comment

*