Maraknya sumur air dalam di Gunung Muria Pemerintah diminta mencabut ijin dan tidak mengeluarkan ijin baru

by
ISKNEWS.COM

KUDUS-isknews.com.Ekploitasi dan komersialisasi air besih di kawasan Gunung Muria, ditengarai sudah marak dan bahkan bisa dikatakan over. Baik yang dengan cara mengambil sumber mata air alami maupun dengan pembuatan sumur dalam, dinilai sudah membahayakan pelerstarian alam, sehingga selain akan berdampak pada alam itu sendiri, juga terhadap warga masyarakat di sekitarnya.

Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pemerintah diminta mencabut ijin sumur air dalam yang sudah ada dan beroperasi, dan tidak mengeluarkan ijin baru dari warga maupun pengusaha, yang mengajukan usaha sumur air bawah tanah itu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs Mundir MM, mengatakan hal itu kepada isknews.com, saat dihubungi di ruang kerjanya, Rabu (3/6). Dia menegaskan ijin yang dimiliki oleh para pemilik atau pengusaha sumur air dalam sekarang ini, tidak sah atau tidak sesuai dengan peruturan yang berlaku, karena itu harus dicabut.

TRENDING :  Waspadai "ORGANISASI TERLARANG", Gerakan Fajar Nusantara

Dasar yang menjadi landasan pernyataannya itu, bahwa pengajuan ijin pembuatan sumur dalam, harus mulai dari tingkatan yang paling bawah, yakni pemerintah kabupaten atau dinas terkait, dalam hal ini dinas lingkungan hidup, baru ke tingkat pemeintah provinsi, dan pemerintah pusat.

TRENDING :  Persiapan Expo Perguruan Tinggi 2016 Sudah Dimulai

“Tetapi yang terjadi sekarang ini, kami dari dinas terkait yang berwenang mengenai hal itu, belum pernah mengeluarkan ijin, semuanya sumur dalam yang ada sekaran ini, yang mengeluarkan ijin langsung dari pemerintah provinsi, bahkan ada yang dari pemeintah pusat,” jelas Mundir.

TRENDING :  KPK Gelar Anti Coruption Film Festifal (ACFFest) di Purbalingga

Kalau kejadiannya sudah seperti di atas, siapa yang paling dirugikan? Tentu saja masyarakat. Karena selain hanya orang-orang tertentu yang menikmati hasilnya dari eksploitasi besar-besaran air di kawasan Gunung Muria itu, sumber mat air bawah tanah pun semakin lama akan semakin berkurang, tersedot oleh sumur air dalam yang beroperasi hampir 24 jam setiap harinya.(Darmanto Nugroho)

KOMENTAR SEDULUR ISK :