Mark Up Tonage Kapal Untuk Kantongi Izin Daerah

oleh
MARK UP : Dirjen Perikanan Tangkap KKP Sjarief Widjaja
Foto: MARK UP : Dirjen Perikanan Tangkap KKP Sjarief Widjaja: pengusaha memarkup tonnage kapal untuk hindari perizinan ke pusat, Jumat (02-03-2018) (Ivan Nugraha/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Verifikasi dan pendataan kapal cantrang milik nelayan di Kabupaten Pati, sudah selesai dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jumat (02-03-2018). Dari hasil verifikasi tersebut, hampir seluruh kapal tak sesuai gross tonage (GT) supaya mendapatkan izin dari daerah.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Sjarief Widjaja, saat ditemui mengaku, ukuran kapal rata-rata tidak 30 GT namun 60-187 GT. Para pengusaha kapal berusaha melakukan mark up. Ia tertegun, karena usaha para pengusaha me-mark up kapal untuk menghindari perizinan ke pusat sehingga menurunkan GT dari ukuran kapal sebenarnya.

TRENDING :  AKIBAT HUJAN TAK KUNJUNG REDA KANTOR LAKA LANTAS POLRES PATI NYARIS TERGENANG AIR

“Dari hasil cek fisik kapal, kami mendapati ternyata tonasenya tidak sesuai dengan perijinan. Kebanyakan kapal-kapal ini memiliki tonase 60-187 GT. Mereka melakukan mark up agar mendapat izin dari daerah,” jelas Sjarief.

Ia menambahkan, rata-rata kapal cantrang di Pati mengantongi izin dari daerah yang mencantumkan besaran tonnage maksimal hanya 30 GT. Kemungkinan, lanjutnya, hal itu dilakukan agar tidak perlu mengurus izin hingga ke tingkat pusat.

TRENDING :  Hari Lahir Pancasila Di Peringati Dengan Upacara Bendera Di Alun Alun Pagi Ini

“Kalau menurut Undang-undang, kapal diatas 30 GT kan wajib membayar PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak-red). Nah, mungkin untuk menghindari ini atau apa, akhirnya para pemilik kapal hanya memiliki izin daerah yang menyatakan kapalnya berukuran dibawah 30 GT,” ungkap Sjarief lebih lanjut.

Salah satu pengusaha kapal asal Bendar, Juwana, Siswo Purnomo mengaku menyambut baik peralihan cantrang. Bahkan ia tengah merenovasi kapal cantrang miliknya menjadi frisher supaya ikannya tahan lama dan berkualitas. Kapal cantrangnya hanya dilapisi viber doubble buttom. Ia berencana mengganti cantrang menjadi purse seine atau pancing.

TRENDING :  UJI KOMPETENSI PENDIDIK SE EKS KARESIDENAN PATI

Ia mengaku membutuhkan modal besar untuk mengganti cantrang, yaitu berkisar RP. 3,5 miliar. Siswo menaruh harapan besar dengan peralihan alat tangkap ini.

“Harapan kami ya dengan peralihan ini hasil tangkapan semakin besar nantinya,” harap Siswo Purnomo. (IN/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :