Marzuqi Pasrah Tunggu Rekomendasi Maju Pilgub

oleh

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi sampai sejauh ini tidak terlalu ambisius untuk mendapatkan rekomendasi dari Ketua Umum PDIP untuk maju di Pemilihan Gubernur Jateng tahun depan. Orang nomor satu di kota ukir itu mengaku pasrah untuk maju di kontestasi lima tahunan tingkat provinsi itu. Hal ini disampaikan oleh Marzuqi, Selasa (21/11/2017).

Menurut Marzuqi, meski dirinya  telah mengembalikan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Wakil Gubernur Jateng kepada DPW PDI Perjuangan Jateng, tak lantas terlalu berharap mendapatkan rekomendasi. Dirinya menyerahkan sepenuhnya ke prosedur partai. “Terus terang sampai saat ini belum tahu kapan rekomendasi akan turun dan kepada siapa diberikan. Saya hanya pasrah saja,” ujarnya.

TRENDING :  Panwas Jepara Tak Khawatirkan Isu Mobilisasi E-KTP

Marzuqi mengungkapkan, mekanisme penentuan calon yang akan diusung masih satu komando tergantung Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Sebagai orang yang berasal dari luar partai, Marzuqi mengaku sadar diri untuk tidak terlalu berharap mendapatkan rekomendasi. “Mekanisme di PDIP menganut satu komando. Sehingga saya pun pasrah kepada keputusan sang ketua umum. Terlebih, saya merupakan kader luar,” jelasnya.

TRENDING :  DPUPR Grobogan Juara Kapolres Jepara Open

Di kalangan kader, lanjutnya, memang sudah banyak informasi yang menyebut jika rekomendasi mengerucut. Tapi dari pengurus belum ada. Memang merupakan kebanggaan jika dirinya yang dapat rekomendasi. Meski demikian, jika nanti tak dapat rekomendasi, secara pribadi Marzuqi menyebut akan tetap memberikan dukungan ke calon yang diusung PDIP. “Jika memang nanti tidak mendapat rekomendasi, saya akan tetap mendukung calon dari PDI-P,” ujarnya.

TRENDING :  Penyerapan Anggaran Harus Ditingkatkan

Lebih lanjut Marzuqi menampik jika pihaknya intensif menemui Ketua Umum PDI P Megawati Soekarno Putri untuk keperluan mendapatkan rekomendasi. Pertemuan yang dilakukan justru dilakukan secara bersama oleh kader-kader partai lainnya dalam konteks pemantapan kader. “Tidak benar itu, bukan untuk mendapatkan rekomendasi, namun memang semua kepala daerah yang berasal dari PDI-P sering dikumpulkan,” tandasnya. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :