00

Masan, “Saya Akan Minta Copot Dansatpol PP, Bila Akhir Agustus Belum Bisa Tutup Seluruh Kafe Karaoke Di Kudus”.

Kudus, isknews.com –  Meski Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kudus, mengaku sudah melakukan operasi penertiban sejumlah tempat usaha karaoke di Kabupaten Kudus, namun pada kenyataannya hingga hari ini mereka para pengusaha kafe dan karaoke pada beberapa lokasi masih tetap beroperasi, “bahkan saya yakin malam ini masih ada karaoke yang beropersi,” hal itu diungkapkan oleh Masan, ketua DPRD kabupaten Kudus.

Masan, yang ditemui pada acara Warkop Binmas Warung Kopi Bincang-bincang Masyarakat yang digelar oleh Sat Binmas Polres Kudus di Balai Desa Undaan Tengah Undaan Kudus, malam ini (26/8), meskipun sudah ada peringatan terkait dengan pelanggaran Peraturan Daerah Nomor 10/2015 tentang Usaha Hiburan Diskotik, klub malam, Pub, dan Penataan Hiburan Karaoke, Karena Kudus memang memiliki perda yang mengatur soal tempat hiburan, termasuk karaoke ini, “saya menilai upaya penertiban itu masih belum maksimal,” katanya.

Baca Juga :  Tolak Penjegalan Ranperda Karaoke, Anggota Dewan Lintas Fraksi Galang Dukungan

Ketika disinggung lebih jauh tentang makna kata “penertiban”, secara lugas Masan mengatakan, “penertiban ya artinya ditutup total”,  tegas Masan.  Masih oleh Masan, “Jangan Satpol PP, hanya tegas kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL), yang belum tentu melanggar Perda, Para pengusaha karaoke ini sudah jelas-jelas melanggar perda, ya harus ditindak tegas, tak perlu takut kepada oknum-oknum Ormas Lindu Aji, yang membekingi usaha kafe dan karaoke yang ada di Kudus ini, mereka ini justru berbahaya bila masyarakat dengar tentang ini, karena mereka akan berhadapan dengan warga Kudus, ada Generasi Muda Anshor mislanya dan Para pemuda Muhammadiyah di Kudus ini, kalo tahu mereka jadi beking-beking kafe dan karaoke di Kudus ini , mereka para pemuda itu akan marah,” kata Masan kesal.

Baca Juga :  Kecelakaan Tunggal di Lingkar Tenggara Kudus

Dewan, menurut Masan, memang hanya sebatas melakukan pengawasan penegakan perda, pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus sudah memiliki aparat penegak perda tersendiri. ”Kalau soal penutupan, itu kan tugas Satpol PP sebagai penegak perda. Sudah dilaksanakan atau belum. Makanya kita awasi itu, agar bisa berjalan dengan baik, saya akan minta untuk mencopot kepala satpol PP bila akhir bulan Agustus ini belum bisa menutup seluruh kafe dan karaoke yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kudus, ini sesuai tenggat yang di minta oleh komandan Satpol PP sendiri, untuk membersihkan Kudus dari beroperasinya Kafe dan Karaoke,” tandas Masan. (YM/ES)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?