Masih Besar, Potensi Pasar Bagi Peternak Bebek Dan Entog Di Kudus

oleh
Bibit bebek saat dijajakan di eks pasar burung Johar Kudus (Foto : Yuliadi Mohammad)

Kudus, isknews.com – Menjamurnya warung-warung makan baik yang berskala kaki lima hingga kelas restauran yang menyediakan menu bebek goreng dan entok (itik manila), membuka pangsa pasar kedua jenis unggas tersebut semakin terbuka lebar.

Meski potensi pasar itik (bebek) dan itik manila (Menthog) di Kabupaten Kudus sangat besar, namun para peternaknya masih sangat minim.

Hal ini membuat Dinas Pertanian dan Pangan ( Distanpangan) Pemkab Kudus mendorong para peternak unggas untuk menekuni bidang tersebut.

Sidi Pramono Kasie Produksi dan Kesehatan Hewan Bidang peternakan, mengungkapkan bila perkembangan dunia kuliner di wilayah Kudus dan sekitarnya sekarang sangat membutuhkan bebek dan menthog beserta turunannya ( telur dan daging).

Kalau berdasarkan data di kita peternak itik dan menthog mayoritas hanya ada di empat kecamatan yaitu Jekulo, Undaan, Kaliwungu dan Jati. Saat ini produksi ternak unggas masih didominasi ayam pedaging.

TRENDING :  Ternak Lele Sistem Green Water, Apa Itu ?

” Nah, kita mengajak mereka studi supaya ada penambahan jumlah populasi itik dan menthog serta pusat pembibitan yang bagus. Selama ini banyak diisi dari luar kudus bahkan dari Jawa Timur ,” ucap Sidi Pramono, pada sebuah kesempatan.

Peternak, sambungnya, tidak usah khawatir dengan perawatan. Sebab dinas memberikan perhatian agar produksi itik dan menthog ini dengan melakukan penyuntikan vaksin dan cara budidaya yang baik.

“ PPL dan dokter hewan kita secara rutin mendatangi peternak-peternak untuk melakukan pemantauan terkait kesehatan hewan ternak. Hal ini juga sebagai upaya sedini mungkin mendeteksi adanya penyakit ,” jelasnya.

Berdasarkan datanya, jumlah populasi itik (bebek) di Kudus tahun 2016 terdapat 31.195 ekor dengan jumlah produksi daging 28.065 kilogram. Pada tahun 2017 triwulan pertama untuk itik terdata 28.674 ekor dan menthog 36.063 ekor.

TRENDING :  Dituding Mangkrak, RPH Giatkan Sosialisasi Pemanfaatan Rumah Potong Bagi Jagal Hewan

Tahun 2016 untuk itik manila atau menthog belum masuk dalam data, tetapi 2017 ini mulai dilakukan pendataan terkait dengan tingginya permintaan pasar kuliner. Bahkan saat musim lebaran harganya gila-gilaan. Hampir Rp 200 ribuan loh perekor.

“Ini potensi yang bagus untuk peternak ,” tuturnya.

Peternak menthog ini masih didominasi di rumahan belum banyak peternakan intensif seperti ayam pedaging dan terdapat di semua kecamatan.

Pada triwulan pertama 2017 di kecamatan kaliwungu 2.430 ekor, Kota 1.834, Jati 4.525, Mejobo 14.115 ekor, Jekulo 2.474 ekor, Bae 1.350 dan Gebog 4.360.

TRENDING :  Jelang Idul Adha, Dinas Pertanian Pati Langsungkan Tindakan Preventif

“ Untuk kecamatan Dawe datanya belum masuk. Mantrinya masih melakukan pendataan supaya dapat angka yang tepat ,” tukasnya.

Perhatian dari Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Kudus ini dibenarkan Dul Rohmat (55), peternak bebek asal Desa Bulungcangkring Kecamatan Jekulo.

“ Saya punya bebek 900 ekor, yang 300 model kandang dan 600 ekor diangon. Dari pihak dinas Pertanian rutin datang kesini melakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan. Disuntiki satu-satu bebek bebek saya ,” ujar Dul Rohmat.

” Saya banyak mendapatkan ilmu bagaimana cara membuat pakan yang baik dan berkualitas untuk bebek-bebek saya. Terima kasih untuk Dinas Pertanian dan Pangan atas ajakanya ikut studi lapang kemarin. Selama ini kan ya pakannya tradisional diangon dan pabrikan ,” tambahnya. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :