Masih Relevan, Revisi UU Lalu Lintas Tak Perlu

oleh
Foto: Kasatlantas Polres Pati, AKP Ikrar Potawari. (Ahmad Muharror/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Merebaknya wacana merevisi Undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Sejumlah pihak menilai tidak perlu dilakukan, mengingat UU itu masih relevan dengan kondisi sekarang ini.

Bahkan, disinyalir timbulnya wacana tersebut mencuat lantaran ada campur tangan dari kapitalis bisnis yang ingin mendulang keuntungan dari bisnis transportasi berbasis daring, atau ojek online (Ojol).

TRENDING :  DPC Demokrat Lakukan Road Show Untuk Konsolidasi

“Di manapun negaranya tidak ada yang melegalkan sepeda motor sebagai angkutan umum, sehingga tidak perlu adanya revisi UU,” ungkap pemerhati hukum, Ali Misbachul Azhar.

TRENDING :  Pemerhati Lalu Lintas Kabupaten Jepara Menolak Revisi UU Lalu Lintas

Terpisah, Kapolres Pati, AKBP Uri Nartanti melalui Kasatlantas Polres Pati, AKP Ikrar Potawari mengatakan, dari aspek keselamatan, sepeda motor sangat kurang baik bagi pengemudi bahkan konsumen dan pengguna lalin lainnya.

“Prinsipnya sepeda motor sangat tidak layak sebagai transportasi umum,” jelasnya.

AKP Ikrar menambahkan, tidak hanya persoalan untuk transportasi roda dua saja, juga kendaraan bermotor roda empat, dasar hukumnya sudah jelas diatur di Permenhub nomor: 108 thn 2017.

TRENDING :  Sambar Tronton Parkir, Pengendara Supra Opname Di Soewondo

“Sehingga hal itu memperkuat, tidak diperlukannya revisi UU lalu lintas lagi,” pungkasnya. (AM/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :