Masjid Kaujon di Dukuh Kaujon

Masjid Kaujon di Dukuh Kaujon

Langgardalem, adalah sebuah desa yang konon dulunya adalah tempat tinggal Sunan Kudus. Di desa ini terdapat delapan dukuh, yang masing-masing dukuh itu memiliki masjid sendiri. Di dukuh Kaujon ada sebuah masjid yang berada di atas kontur tanah yang tinggi, Kaujon pula namanya. Nama yang sama dengan dukuhnya dikarenakan tidak ada yang tahu kapan dan oleh siapa masjid ini dibangun.

TRENDING :  Warga Ucapkan Terima kasih Telah Dibuatkan Jamban Oleh Satgas TNI Manunggal Membangun Desa

“Masjid ini dulunya kecil, dan tanah sekeliingnya kala itu adalah milik Nitisemito. Kemungkinan masjid ini ada atau sudah ada sejak zaman Nitisemito.” Terang Mukhlis

Luas bangunan masjid awalnya hanya 70 m2. Masjid Kaujon direnovasi pertama kali pada tahun 1989 dengan diprakarsai oleh K.H. Ma’ruf Irsyad yang kala itu menjadi nadhir masjid dan H. Mukhlis, BA yang menjadi wakil nadhir. Pelebaran hingga teras depan dilakukan karena semakin banyaknya jamaah. Pelebaran kedua dilakukan pada sekitar tahun 1995-2000, meliputi pembangunan teras yang di atasnya terdapat kubah. Hingga sekarang, luas masjid sekitar 345 m2 dan dapat menampung 800 jamaah. Tata bangunan masjid ini diatur oleh Rif’an (alm) dan Suharno waktu itu.

TRENDING :  Perhitungan Ganti Rugi Lahan Berdampak Semburan Gas Liar di desa Nglobo Blora Dihitung 1 tahun musim Panen

Dengan daya tampung tersebut, masjid ini disebut-sebut sebagai masjid terbesar di desa Langgardalem. Pada tahun 2005, melalui kesepakatan para ulama’, masjid ini resmi dapat digunakan untuk jamaah sholat jumat. Mukhlis mengatakan bahwa hingga sekarang, para jamaah sholat jumat di tempat ini selalu penuh, bahkan hingga ke teras masjid.

TRENDING :  SMA 2 Kudus buka Donasi Peduli Aceh

Reportase bersama H. Mukhlis BA, Ketua pengurus masjid jami’ Kaujon Langgardalem Kota Kudus

memei

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post