Masuk SMP? Kenali Aturan Baru PPDB Online Sistem Zonasi

oleh
Masuk SMP? Kenali Aturan Baru PPDB Online Sistem Zonasi
Foto: Sejumlah siswa SMP 2 Kudus saat jam pulang sekolah. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) belum lama ini menerbitkan Permendikbud 14/2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan dilakukan dengan sistem zonasi.

Mulai tahun ini, PPDB mulai dari TK, SD, SMP, SMA/SMK tahun ajaran baru 2018/2019 akan menggunakan sistem zonasi. Artinya, penerimaan siswa baru diprioritaskan untuk warga yang bertempat tinggal tidak jauh dari lingkungan sekolah atau jarak rumah dengan sekolah.

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Suharto mengatakan, tujuan diadakannya zonasi tersebut diharapkan meningkatkan pelayanan pendidikan dan adanya pemerataan mutu pendidikan Sehingga nantinya, setiap sekolah akan terpacu untuk menjadi yang terbaik. “Sistem zonasi juga akaj menepis anggapan adanya sekolah favorit,” ujarnya saat sosialisasi kepada guru-guru yang berlangsung di SMP 2 Kudus beberapa waktu lalu.

TRENDING :  Catat! Ini Jadwal Kampanye Terbuka Pilkada Kudus 2018

Menurut Kassubag Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan pada Disdikpora, Dian Vitayani Winahyu, PPDB SMP rencananya dilaksanakan mulai tanggal 3 – 7 Juli 2018, akan terbagi dalam 4 zona.

Dian menjelaskan, Ketentuan zonasi dibuktikan dengan alamat pada Kartu Keluarga (KK) yang diterbitkan paling lambat 6 (enam) bulan sebelum pelaksanaan PPDB. Ketentuan ini dikecualikan bagi anak PNS instansi vertikal, anggota TNl, anggota POLRI, dan karyawan BUMN yang karena penugasan kepada orang tuanya diberlakukan ketentuan zonasi sesuai surat penugasan kepada orang tua yang bersangkutan.

Lebih lanjut, Ada Klasifikasi 4 zonasi, diantaranya Zona 1 yakni Wilayah desa/kelurahan domisili calon (satu) peserta didik baru di tempat/lokasi satuan pendidikan berada; Zona 2 (dua) yakni wilayah kecamatan domisili calon peserta didik baru di tempat/lokasi satuan pendidikan berada dan atau kecamatan lain dalam kabupaten;

TRENDING :  Sistem Zonasi PPDB Bingungkan Masyarakat

Kemudian Zona 3 (tiga) yakni wilayah kecamatan domisili calon peserta didik baru di luar Zona 2 (dua) dan berada dalam kabupaten; Zona 4 yakni wilayah domisili calon peserta didik (empat) baru di luar ketentuan Zona 1 (satu), Zona 2 (dua) dan Zona 3 (tiga).

Adapun Ketentuan zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru, lanjut Dian, diatur dalam beberapa, Penerimaan calon peserta didik baru dalam Zona 1 (satu) paling sedikit 40 % (empat puluh persen) dari daya tampung satuan pendidikan, dan apabila ketentuan ini tidak terpenuhi dapat dipenuhi dari calon peserta didik yang berasal dari Zona 2 (dua).

Penerimaan calon peserta didik baru dalam Zona 2 (dua) paling sedikit 30 % (tiga puluh persen) dari daya tampung satuan pendidikan, dan apabila ketentuan ini tidak terpenuhi dapat dipenuhi dari calon peserta didik yang berasal dari Zona 3 (tiga).

TRENDING :  Masih Fokus Penataan Sekolah, Sistem Zonasi Belum Bisa Dijalankan Tahun ini

Penerimaan calon peserta didik baru dalam Zona 3 (tiga) paling sedikit 20 % (dua puluh persen) dari daya tampung satuan pendidikan, namun ketentuan ini diperbolehkan tidak terpenuhi apabila jumlah calon peserta didik pada Zona 2(dua) melebihi batas minimal yang telah ditentukan;

Akumulasi jumlah peserta didik yang berasal dari Zona 1 (satu), Zona 2 (dua), dan Zona 3 (tiga) sekurang-kurangnya adalah 90 % (sembilan puluh persen) dari daya tampung satuan pendidikan.

Lalu, Penerimaan calon peserta didik baru dari Zona 4 (empat) paling banyak 10 % (sepuluh persen) dari daya tampung satuan pendidikan. (AJ/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :