Masuki Tahun ke-11, Musthofa: Tradisi Sewu Kupat Harus dan Tetap Dilestarikan

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Masyarakat patut untuk bersyukur dan semangat memetik ketauladanan dari Kangjeng Sunan Muria Raden Umar Said, dimana beliau sudah tiada namun masih meninggalkan kesejahteraan dan kemakmuran khususnya kepada masyarakat di Desa Colo serta masyarakat Kudus umumnya.

“Perayaan Sewu Kupat Kanjeng Sunan Muria Ini merupakan tahun yang ke sebelas dan saya menitipkan tradisi ini jangan sampai punah apabila saya sudah tidak menjabat Bupati Kudus,” kata Bupati 2 periode itu, pada sambutan disela-sela acara, Jumat (22/6/2018).

TRENDING :  Pencemaran 'Sungai Dawe' Resahkan Warga, Ternyata Ini Penyebabnya

Ia mengatakan, Kota kudus ke depan di pundak generasi muda dan jangan pernah ingkar dengan kultur daerah serta kami mohon ijin pamit untuk tahun depan saya tidak menjabat Bupati Kudus tapi tali silahturahmi ini tetap di jaga.

“Dalam memimpin kota kudus ini saya tidak luput dari kekurangan tapi saya ingin mengantar kota kudus untuk lebih maju dan saya berharap tradisi ini yang sudah di rintis sebelas tahun yang lalu tetap di lestarikan,” ujarnya dihadapan ribuan masyarakat yang hadir.

TRENDING :  Kompetisi Sudah Bergulir, Rencana Renovasi Stadion Wergu Wetan Semakin Tidak Jelas

Sementara Yuli Kasiyanto, Kadin Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, mengatakan, Kegiatan tradisi sewu kupat merupakan acara rutin tiap tahun seperti yang di canangkan Bupati Kudus.

TRENDING :  Naga Kilat Menyambut Monyet Api

Kegiatan ini diikuti beberapa Desa di wilayah kecamatan Dawe dan merupakan wujud rasa syukur dengan hasil bumi yang melimpah. “Kami selaku panitia mengucapkan selamat datang dan mohon maaf apabila dalam pelaksanaanya kurang berkenan, Mudah mudahan acara ini dapat di selenggarakan dan dapat di teruskan tiap tahun sebagai uri -uri kabudayan.” tandasnya (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :