Masyarakat Mengeluh Tarif Dasar Listrik Naik? Ini Jawaban PLN

oleh

Kudus, isknews.com – Kehumasan PT PLN Area Kudus, Muhdam Azhar, mengatakan bahwa tarif listrik rumah tangga mampu daya 900 Volt Ampere (VA) memang mengalami penyesuaian, yakni pengurangan subsidi listrik secara bertahap, akan tetapi perlu ditekankan hanya untuk pelanggan mampu saja, sedangkan untuk rumah tangga miskin dan tidak mampu daya 900 VA sesuai Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin tetap diberikan subsidi yakni hanya dengan membayar tarif sebesar Rp 605/kWh.

“Kebijakan subsidi listrik tepat sasaran dibuat agar pemberian subsidi listrik lebih terarah sehingga dapat mendukung pemerataan rasio elektrifikasi (pembangunan jaringan listrik) di Indonesia.” Ungkapnya

TRENDING :  ​Pesona Dolanan Tradisional Untuk Pengembangan Karakter Anak

Dirinya memaparkan, Saat ini PLN Area Kudus yang meliputi (Kudus, Pati, Jepara, Rembang dan Blora) per 1 mei 2017 memiliki sekitar 1,3 juta pelanggan. Sedangkan Rayon Kudus sendiri terdapat 290 ribu pelanggan, termasuk 3 kecamatan di 2 Kabupaten tetangga, yakni kecamatan karang anyar Demak, sedangkan untuk jepara meliputi kecamatan nalumsari dan mayong.

Muhdam menjelaskan, Pemerintah telah menerapkan kebijakan subsidi listrik tepat sasaran bagi golongan pelanggan rumah tangga daya 900 VA PT PLN (Persero) mulai 1 Januari 2017. Kebijakan ini sejalan dengan amanat Undang-Undang No.30 Tahun 2007 tentang Energi dan Undang-Undang No.30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, bahwa dana subsidi yang disediakan Pemerintah hanya diperuntukkan bagi kelompok masyarakat tidak mampu.

TRENDING :  Warga Keluhkan Naiknya Tarif Dasar Listrik

Rumah tangga mampu daya 900 VA tidak lagi diberikan subsidi, dan diberlakukan kenaikan bertahap setiap dua bulan, tahap pertama pada 1 Januari, tahap kedua 1 Maret, dan tahap terakhir 1 Mei 2017. Selanjutnya, mulai 1 Juli 2017, mengikuti mekanisme tariff adjustment. Sedangkan rumah tangga 450 VA seluruhnya masih diberikan tarif bersubsidi. Pemerintah tetap memberikan subsidi pada UMKM, bisnis kecil, industri kecil dan peruntukan sosial.

Lanjut muhdam, hal tersebut berdasarkan hasil Rapat Kerja Menteri ESDM dengan Komisi VII DPR RI tanggal 22 September 2016, telah disepakati penerapannya, bahwa subsidi listrik tidak diberikan bagi rumah tangga daya 900 VA yang ekonominya mampu.

TRENDING :  Gratis!!! Pemkab Kudus Fasilitasi Lowongan Tenaga Kerja Untuk 5234 Karyawan

Muhdam menegaskan, “Kami sebelumnya sudah melaksanakan sosialisasi ke masyarakat di area Kudus pada akhir tahun 2016 lalu sekitar bulan november – desember melalui program tambah daya gratis.” Ujarnya

“Kebijakan subsidi listrik tepat sasaran dibuat agar pemberian subsidi listrik lebih terarah sehingga dapat mendukung pemerataan rasio elektrifikasi di Indonesia.” Ungkapnya (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*