Masyarakat Wajib Kenali Ciri Uang Asli dan Waspadai Uang Palsu

oleh
Foto: Salah seorang narasumber dari Bank Indonesia Regional Jateng yang sedang memaparkan isi materi terkait sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Bank Indonesia (BI) cabang Jawa Tengah mengimbau seluruh masyarakat, agar tetap waspadai peredaran uang palsu (upal) di daerah. BI mengajak masyarakat, pegawai bank, dan para pengusaha untuk mengenali perbedaan uang asli dan palsu.

Kepala Tim pengelolaan uang rupiah (PUR), operasional dan sistem pembayaran (SP) pada perwakilan Bank Indonesia (BI) provinsi Jateng, Fx Bambang Santoso, menjelaskan ciri-ciri keaslian uang rupiah dapat diperhatikan dengan ciri warna yang terlihat terang dan jelas, selain itu terlihat ada benang pengaman. Kemudian kalosseting atau perubahan warna apabila digerakkan. Ia mengatakan pula uang multicolor yang berarti jika dilihat dari sudut tertentu terlihat nominalnya.

TRENDING :  PMII Cabang Kudus Tolak UU MD3

“Untuk memudahkan kita membedakan uang palsu dengan yang asli dapat dengan cara 3D, yaitu dilihat, diraba dan diterawang. Dilihat bisa menggunakan sinar ultra violet, kemudian jika diraba uang pun terasa kasar pada nominalnya. Selain itu jika diterawang akan terlihat benang pengamannya,” jelasnya kepada wartawan usai Sosialisasi Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah di Hotel Griptha Kudus, Selasa (10-4-2018).

Dirinya menerangkan perihal pemalsuan uang akan diancam hukum pidana. Dia mengatakan hukuman tersebut sesuai dengan Pasal 245 KUHP tentang uang palsu dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Barang siapa dengan sengaja mengedarkan mata uang/uang kertas yang dikeluarkan oleh negara sebagai mata uang/uang kertas asli dan tidak palsu padahal ditiru atau dipalsu olehnya sendiri atau waktu diterima diketahuinya bahwa tidak asli, maka akan diancam dengan pidana 15 tahun penjara,” jelasnya.

TRENDING :  KAPOLRES KUDUS ," WASPADAI UANG PALSU "

Sosialisasi ini, lanjut Bambang, Manfaatnya masyarakat semakin terbuka akan pengetahuan asal muasal rupiah, informasi yang didapatkan. Dirinya mengimbau pada seluruh masyarakat, baik orang tua terutama anak sebagai penerus bangsa agar dapat memahami ciri uang. Sehingga dapat membantu menyebarluaskan pada rekannya perihal kejelasan uang.

“Perlu diketahui oleh masyarakat luas bahwa uang yang dikeluarkan di 2018 lebih banyak dibanding 2017 lalu. Kemudian perlu dipahami pula bahwa yang menentukan keaslian uang rupiah adalah BI,” pungkasnya.

Dirinya mengatakan adanya sosialisasi tersebut sebagai tindakan preventif terhadap peredaran uang palsu. Ia berharap agar masyarakat luas, khususnya Kudus dan sekitarnya semakin cerdas dan tidak mudah dikelabui oleh uang palsu. “Sekarang kan sudah diberi edukasi. Semoga saja masyarakat tidak tertipu uang Palsu,” tutupnya.

TRENDING :  Harlah PSKQ Modern ke-11, Gelar Lomba Mewarnai dan Kaligrafi Tingkat Jateng

Masih ditempat yang sama, Temmi Heryuang, Manager pemasaran, BRI KC kudus, menjelaskan terkait pelaporan uang palsu, pihaknya mengaku sudah mulai jarang dibanding tahun-tahun sebelumya.

“Hal itu bisa kami siasati dengan mengedukasi masyarakat lewat BRI link. Jadi lewat merekalah akan menyalurkan ke masyarakat terkait kejelasan uang rupiah itu asli atau palsu,” bebernya. (AJ/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :