Mauludan Jawiyan, Warisan Budaya Khas Desa Padurenan

by
ISKNEWS.COM
Foto: Kegiatan mauludan jawiyan di Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Minggu (08-04-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Malam itu, rintikan hujan membasahi tanah Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Di tengah hujan, terdengar sayup-sayup gema lantunan maulid dari beberapa mushola di daerah itu. Maulid atau mauludan adalah istilah yang digunakan oleh orang Jawa untuk bacaan Al Bernzanzi yang dibacakan pada bulan Rabiul Awal, untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad S.A.W.

TRENDING :  Warga Ucapkan Terima kasih Telah Dibuatkan Jamban Oleh Satgas TNI Manunggal Membangun Desa

Dari tepi jalan, terlihat beberapa bapak-bapak membawa payung dengan langkah tergesa-gesa menuju sebuah mushola. Tak lama kemudian, dari mushola tersebut terdengar lantunan mauludan yang mengalir begitu indah. Lantunan suara dari beberapa Masjid dan Mushola yang ada di daerah itu, seolah bersahut-sahutan memecah keheningan malam.

Malam semakin larut, lantunan suara maulud dari mushola dan masjid di daerah itu perlahan mulai menghilang. Namun, pemandangan berbeda terlihat dari salah satu mushola yang ada di Desa Padurenan. Beberapa pria paruh baya nampak memasuki mushola itu.

TRENDING :  Tiga Hari Dicari Keluarga, Agung Ditemukan Meninggal Di Sungai Bendung Tunggul

Di depan mimbar mushola itu, ada belasan pria paruh baya duduk rapi berhadap-hadapan. Di depan mereka tersaji hidangan sederhana dan segelas teh manis sebagai pelengkap acara.

TRENDING :  Warga Mijen Kenalkan Seni Barongan ke Generasi Muda Melalui Kirab Budaya

KOMENTAR SEDULUR ISK :