Mawar Hartopo: Kesehatan Anak Perlu Diperhatikan, Terutama Kebutuhan Gizi

oleh
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Joko Dwi Putranto, Camat Jati Andreas Wahyu, kepala desa (Kades) Megawon Nurasag, dan pengurus PKK Desa Megawon foto bersama usai penyerahan tumpeng. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Istri Wakil Bupati Kudus Mawar Hartopo mengajak kepada masyarakat Kudus untuk memperhatikan kesehatan anak, terutama kebutuhan gizinya.

Hal itu dikatakannya pada kegiatan launching Pos Pemulihan Gizi Balita (Pos Hanzib) di gedung Posyandu Melati, Desa Megawon, Jati, Kudus, Rabu (24/10/2018).

Acara tersebut dihadiri juga kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Joko Dwi Putranto, Camat Jati Andreas Wahyu, kepala desa (Kades) Megawon Nurasag, dan pengurus PKK Desa Megawon.

Puskesmas Ngembal Kulon dengan Pos Hanzib -nya sebagai terobosan baru (inovasi), untuk mencegah terjadinya gizi buruk dan stunting (hambatan dalam pertumbuhan tubuh). “Pos Hanzib di Megawon ini merupakan yang perdana di Kudus, nantinya akan menyusul ditempat lainnya,” ujar Mawar Hartopo dihadapan para hadirin.

TRENDING :  Besok Lyla Akan Konser Di Solo

Adanya Pos Hanzib, lanjut Mawar Hartopo, balita di Desa Megawon dan wilayah kerja Puskemas Ngembal Kulon, diharapkan bisa mengurangi atau bahkan tidak ada lagi yang mengalami gizi kurang.

Mawar Hartopo didampingi kepala UPT Puskesmas Ngembal Kulon saat mengunjungi pos Hanzib. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kebutuhan gizi bisa mempengaruhi tumbuh kembang dan kecerdasan balita atau anak-anak. Hal itu bisa dilakukan ibu-ibu ke Pos Hanzib untuk melihat keluhan awal, semisal anak susah makan, berat badan yang turun drastis, dan lain sebagainya.

TRENDING :  Bimbingan Via Email, Jadi Solusi Ramah Lingkungan dan Kantong Mahasiswa Semester Akhir

Sementara itu, kepala Puskesmas Ngembal Kulon dokter Mustiko Wibowo, mengatakan, Warga yang mempunyai keluhan pada anaknya, bisa memanfaatkan dengan cara konsultasi ke Pos Hanzib yang ditangani langsung oleh dokter, dan ahli gizi berpengalaman. “Ini salah satu upaya mengurangi angka gizi kurang pada balita,” jelasnya.

”Nantinya wilayah kerja Puskesmas Ngembal Kulon merambah ke desa-desa lainnya. Seperti, Desa Megawon, Ngembal Kulon, Tumpang Krasak, Jepang Pakis, Loram Wetan dan Getas Pejaten,” imbuhnya.

Terkait data balita yang mengalami gizi kurang di wilayahnya, lanjut Mustiko, kurang lebih ada 252 balita, dan adapun balita gizi buruk sampai saat ini belum ada, dan mudah-mudahan tidak ada.

TRENDING :  Dandim Kudus Berikan Bantuan Warga Menawan Yang Tersengat Listrik

Ia juga memberikan acuan penyebab awal gizi kurang balita, bisa diketahui dengan melihat ukuran berat badan, tinggi badan dan umur. ”Pemerintah Indonesia saat ini sedang menggencarkan eliminasi TB Paru, cakupan imunisasi, dan pencegahan stunting. Hal itulah yang membuat kami menginisiasi Pos Hanzib untuk mencegah stunting sejak usia dini,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :