May Day, Ribuan Buruh di Jepara Turun Ke Jalan

oleh
Kabupaten Jepara
May Day di Jepara. (istimewa)

Jepara, ISKNEWS.COM – Jika di beberapa daerah, peringatan hari buruh internasional (may day) diwarnai dengan aksi unjuk rasa, tidak dengan di Kabupaten Jepara. Sekitar 1500 pekerja dari berbagai perusahaan di Kabupaten Jepara merayakan may day dengan cara berbeda. Mereka memilih turun ke jalan guna mengikuti jalan sehat yang digelar oleh Pemkab Jepara, Selasa (01-05-2018). Dalam acara tersebut, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi bersama jajaran Forkopinda dan Sekda Sholih, serta pimpinan OPD jajaran Pemkab Jepara juga ikut berbaur dengan para pekerja.

Jalan sehat yang merupakan salah satu rangkaian dari Perayaan Hari Buruh Internasional di Kabupaten Jepara ini, dilepas secara langsung oleh Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dari depan Tugu Pancasila. Para peserta jalan sehat menyusuri rute Jalan Kartini, Jalan Mangunsarkoro, Jalan MH. Thamrin, Jalan Brigjen Katamso, kemudian finish di Alun-alun Jepara. Perayaan Hari Buruh pada pagi itu, diawali dengan pelaksanaan apel dan senam bersama dengan peserta dari unsur pekerja beserta pimpinan perusahaan.

TRENDING :  Dua Atlet Difabel Jepara Bela Indonesia di Asian Paragames

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengungkapkan, kinerja investasi di Kabupaten Jepara telah menunjukkan pertumbuhan yang cukup positif dan dinamis. Hal itu semakin klop dengan meningkatnya tingkat kesejahteraan para pekerja dan buruh, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun budaya para pekerja/buruh. Betapa tidak, saat ini Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Jepara sebesar Rp 1.739.360 per bulan. Besaran UMK tersebut menurut Bupati, sudah bisa digunakan oleh pekerja untuk mencukupi Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

“Didasarkan pada KHL bagi seorang pekerja lajang, pemerintah juga terus mengupayakan peningkatan UMK setiap tahunnya. Tahun 2016 UMK Jepara Rp 1.350.000, tahun 2017 naik menjadi Rp 1.650.000, dan tahun 2018 ini meningkat menjadi Rp 1.739.360,” ujar Marzuqi.

TRENDING :  Jelang Idul Adha Harga Kerbau Di Kudus Tembus Rp 34 Juta

Tidak hanya mengupayakan upah layak, pemerintah dikatakannya, juga akan terus melakukan monitoring pelaksanaan pemenuhan hak-hak tenaga kerja dan buruh oleh perusahaan. Diantaranya, adalah dalam pemberian THR, serta intruksi kepada badan usaha swasta untuk mendaftarkan seluruh pekerja dan anggota keluarganya dalam program JKN.

Melalui momentum Hari Buruh Internasional kali ini, Marzuqi juga berharap agar hubungan harmonis antara buruh, pengusaha dan pemerintah untuk selalu dijaga bersama-sama. “Karena dengan keharmonisan saya percaya akan dapat membantu peningkatan kesejahteraan pekerja, menyelesaikan masalah ketenagakerjaan, serta mendatangkan kebaikan bagi kepentingan bersama,” ungkap dia.

Ungkapan senada juga disampaikan oleh Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jepara, Murdianto, bahwa kegiatan perayaan Hari Buruh Internasional bertujuan untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan. Sehingga akan tercipta kondusifitas di Bumi Kartini. “Semoga dengan peringatan Hari Buruh tahun ini, hubungan industrial di Kabupaten Jepara semakin baik, dan hak-hak buruh terpenuhi, serta kota Jepara yang kita cintai semakin maju dan aman. Sehingga kita bisa bekerja dengan nyaman,” pungkas Murdianto.

TRENDING :  Dengan May Day Komunikasi Antara Pengusaha, Pekerja dan Pemerintah Bisa Terjalin

Selain jalan sehat, perayaan Hari Buruh Internasional yang diselenggarakan oleh Pemkab Jepara, bersama serikat pekerja dan perusahaan yang ada di Kabupaten Jepara itu, juga dimeriahkan dengan berbagai lomba, yakni lomba joget, estafet karet, dan lomba memasukkan pensil ke dalam botol. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :