Mbeber Kutha Solo : Pameran Seni Rupa Pertama Di Kota Solo

oleh
Yuni Sinuraya, penggagas acara Pameran Seni Rupa "Mbeber Kutha Sala"
Yuni Sinuraya, penggagas acara Pameran Seni Rupa “Mbeber Kutha Sala”.

Surakarta, isknews.com – Pameran seni rupa baru pertama kali diselenggarakan tahun ini tepatnya pada tanggal 2 – 5 Desember 2015 di Balai Soedjatmoko Surakarta. Di Kota Solo tak pernah sepi dengan pagelaran seni terutama pagelaran seni pertunjukan seperti, pagelaran wayang , Festival – festival budaya, karnaval budaya, dan fashion show juga sering diselenggarakan di Kota yang mendapat julukan The Spirit Of Java ini.

 

Namun tidak dengan kesenian rupa, seni rupa belum pernah mendapat ruang sebelumnya untuk unjuk karya, seniman yang menggeluti seni rupa harus berusaha sendiri untuk mencari ruang dan kesempatan untuk bisa menampilkan karya mereka di khalayak ramai. Seniman masih terkotak – kotak, belum bisa bersatu untuk bersama – sama menampilkan karya – karya mereka.

TRENDING :  Festival Mata Air Akan Libatkan 300 Lebih Seniman

 

Jumlah seniman yang menggeluti seni rupa di Kota Solo ini khususnya tidak sedikit, dan mereka pun mempunyai karya – karya yang apik untuk ditampilkan, bahkan dipamerkan. Karena dasar itulah Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta menyelenggarakan Pamera Seni Rupa untuk mempertemukan perupa Solo tanpa terkotak – kotak pendidikan maupun usia, pendidikan, pengalaman, dan prestasi. Pameran Seni Rupa dengan tajuk “Mbeber Kutha Sala” ini dibuka pada 2 Desember 2015 oleh Pj. Walikota Surakarta di Balai Soedjatmoko Surakarta.

 

Pameran yang menjadi acara perdana di Kota Solo ini digagas oleh Yuni Sinuraya, seorang staff promosi di Disbudpar Kota Surakarta, dan mendapat tanggapan baik oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta Eny Tyasni Suzanna, yang akhirnya rencana tersebut tidak hanya sekedar rencana namun ada aksi nyata yang dilakukan oleh pemerintah untuk lebih memperhatikan juga seni rupa, dan para perupa di Kota Solo ini.

TRENDING :  Tradisi "Unjung" Konsep Alternatif Membangun Silaturahmi

 

Saat Yuni Sinuarya diwawancara oleh isknews mengatakan, “Saya juga ingin perupa – perupa diperhatikan karyanya, jujur saja para perupa mungkin ada rasa kecemburuan dengan seniman – seniman lain yang selalu diangkat karyanya ke publik, namun perupa harus berusaha sendiri untuk memperlihatkan karyanya ditengah masyarakat. Saya berharap dengan kegiatan ini bisa menjadi titik awal para perupa solo bisa dikenal oleh masyarakat baik itu karyanya maupun perupanya sendiri” ujar Yuni, Kamis (2/12).

TRENDING :  Sedekah Bumi Desa Tempur, Sediakan Kopi Gratis Bagi Wisatawan

 

Saat pembukaan, pejabat Walikota memberi janji untuk membuat kegiatan ini berkelanjutan, jadi untuk tahun kedepan kegiatan pameran ini menjadi agenda tahunan yang selalu diadakan di Kota Solo. “Saya berharap dengan adanya kegiatan ini yang akan berkelanjutan bisa menjadi penyemangat perupa untuk berkarya, karena karya mereka diperhatikan bahkan nantinya akan ditunggu oleh banyak orang” kata Yuni kembali.

 

Amalia Zulfana

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :