Melas, Ruang Kelas Rusak Siswa SD Jepangpakis 3 Terpaksa Belajar Di Musala

oleh
Anggota Komisi D DPRD Kudus Muhtamad dan Kepala Sekolah SD Jepang Pakis 3 Endang Sri Mulyani, sedang menunjukkan atap sekolah yang ambrol (Foto: YM)

Kudus, isknews.com –  Sungguh melas memang, Belasan siswa Sekolah Dasar (SD) Jepangpakis  3 Kecamatan Jati Kabupaten Kudus sudah  lebih dari 2 bulan ini terpaksa harus belajar di ruang Musala milik sekolah.

Mereka terpaksa melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di tempat itu akibat ruang kelas yang selama ini mereka tempati, kondisi atapnya rusak dan membahayakan bagi siswa didik.

Hal itu terungkap saat Muhtamad, anggota DPRD Kudus dari Komisi D melakukan inspeksi mendadak (Sidak), menindaklanjuti aduan masyarakat tentang adanya siswa SD yang terpaksa melakukan KBM di tempat yang tidak semestinya akibat rusaknya ruang kelas mereka.

Kepala SD 3 Jepangpakis Endang Sri Mulyani, kepada awak media menjelaskan, ia terpaksa memindahkan para siswa kelas 4 untuk belajar di Mushola karena ruang kelas  kondisinya sudah rusak parah dan tak layak digunakan berkegiatan.

“Langi-langit ruang kelas  itu banyak yang ambrol dan membahayakan siswa, sejak usai ujian atau sekitar bulan Juni tahun lalu, atap ruang kelas amblong karena dimakan rayap, akibatnya, para siswa harus terpaksa belajar di musala ini karena kami sudah tidak memiliki ruang yang lain,” terangnya, Senin (18/02/2019).

TRENDING :  Pondok Pesantren Benteng Ideologi Radikalisme

Dari Dinas Pendidikan memang melarang Musala sekolah di gunakan KBM, tapi tak ada ruang lain selain mushola, tak ada ruang lain yang bisa kami gunakan untuk belajar dan mengajar.

“Sebelumnya memang kami atur dengan cara, menjadwalkan masuk siang sambil menunggu ruang yang sedang di pakai siswa kelas lain, namun orang tua anak-anak siswa ini protes, tak setuju, alasannya anak tak ada yang menjemput, terlalu siang dan sebagainya, mereka setuju anak-anaknya belajar di tempat musala ini, meski darurat,” tuturnya.

Sebetulnya anak-anak kelas empat yang sekarang belajar disini ini  ruang kelasnya masih baik, tapi karena jumlah siswa kelas 2 yang ruangannya tak bisa dipakai KBM jumlah siswanya 30 siswa, lebih banyak dari kelas 4.

TRENDING :  Miliki 2 SMPN Unggulan, UPT Pendidikan Jati Tak Miliki SMK Negeri
Para siswa kelas 4 SD Jepangpakis 3 ini terpaksa belajar di ruang Musala karena ruang kelas mereka rusak dan tak layak di lakukan KBM (Foto: YM)

“Sehingga ruang untuk kelas 4 di tempati anak-anak kelas 2, sementara anak kelas 4 yang berjumlah 18 siswa belajarnya di ruang mushola. Akan kasihan kalau siswa kelas dua yang jumlahnya banyak, berdesak-desakan di ruang ini,” Ujar Endang.

Menurutnya, Mendesak perlu diperbaiki adalah ruamg untuk kelas 1 dan 4. “Kami sudah mengajukan proposal untuk perbaikan atap sekolah dan tambah lokal karena ruang guru tidak ada.

“Saya dengar sebagian akan segera di realisasikan oleh Pemkab,” ungkapnya.

Muhtamat, legislator anggota komisi D DPRD Kudus yang berinisiatif mengunjungi sekolah tersebut mengatakan, sangat menyayangkan belasan siswa yang belajar di musala. Menurutnya seharusnya para siswa ini bisa belajar di ruang kelas yang nyaman.

“Ini kan kondisi ruang kelas empat memang rusak parah.atap Internitnya ambrol dan berlobang di beberapa tempat, lalu terpaksa para siswa ini belajarnya di musala. Hal ini sebenarnya secara pribadi dan sebagai anggota DPRD menyayangkannya,” jelasnya,

TRENDING :  Petilasan Mbah Siti Maryam dan Sendang Pereng Pancuran. Peninggalan Situs Desa Prambatan Lor

Untuk itu, ia berharap kepada pemerintah daerah untuk segera memperbaiki kondisi ruang tersebut. Apalagi, menurutnya dari DPRD Kudus sudah mengalokasikan untuk perbaikan atap yang ambrol itu.

“Saya berharap kepada pemkab  ataupun dari dinas pendidikan untuk bisa secepatnya memperbaiki. Karena anggaran sudah ada . Kami di Komisi D sudah menganggarkan dana. Kami sudah mengalokasikan sebesar Rp 200 juta untuk perbaikan atap sekolah ini,” jelasnya.

 “Biar segera diperbaiki. Biar anak-anak ini bisa belajar di ruang kelas lagi,” harapnya.

Sementara itu Kasi Sapras Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olaharga Kabupaten Kudus Moh Zubaedi mengatakan, pihaknya masih menunggu perencanaan untuk memperbaiki ruang kelas yang rusak, dan posisinya masih tahap proses perencanaan.

“Insha Allah tahun ini akan di perbaiki ruang kelas yang atapnya bocor, mohon sabar sebentar karena pelaksanaannya masih menunggu rencana jari. Untuk anggaran tahun 2019 sudah siap dengan anggaran sebesar sekitar Rp 200 juta,” tandasnya. (YM/YM)

.

KOMENTAR SEDULUR ISK :