Membangun Nasionalisme Ditengah Masyarakat Plural Dalam Menghadapi Tantangan Global.


Pati, Isknews.com Lintas Pati – Bertempat di Aula Kodim 0718 Pati telah berlangsung kegitan “Seminar Kebangsaan Membangun Nasionalisme Ditengah Masyarakat Plural Dalam Menghadapai Tantangan Masyarakat Global” , Selasa Pagi 04/10.

Nara sumber dalam kegitan tersebut     Letkol.Inf Andre AK (Dandim 0718/Pati,  Bp.KH.Moh Aliudin. (  Pondok       pesantren sentulan Gresik), AKP. Supriyanto SH ( Kasat Binmas Polres Pati), dan Dr.Ahmad Dimiyati (Dosen STAIP) dengan dihadir kurang lebih  225 orang antara lain, Kasdim 0718/Pati(May.Inf.Agus Supriyadi), Gus durian (Bp.Eddy Siswanto dan KH.Happy.I), Para Pasi dan Danramil Jaj Dim 0718/Pati, Toga Lintas Agama Kab.Pati, Para Pengusaha Kab.Pati, Perwakilan SKPD Kab.Pati, Perwakilan Banser Kab.Pati, Perwakilan FKPPI Kab.Pati, Perwakilan PPM Kab.Pati, Perwakilan Mahasiswa Kab.Pati, Perwakilan pelajar SMA/SMK  Kab.Pati

Sementara itu, materi seminar yang berhasil dihimpun oleh Isknews.com Lintas Pati dari nara sumber diantaranya yang disampaikan Dandim 0718/Pati Letkol.Inf.Andre .AK menjelaskan, 
TNI history dinamika dan tantangan kedepan,sejarah lahirnya TNI  yang dulunya adalah gabungan laskar-laskar dan pejuang bekas PETA yang tergabung dalam BKR.berjalanya dengan waktu mengalami perubahan dan pada akhirnya pada 1 April 1999 menjadi TNI dan Polri berdiri sendiri.

TRENDING :  Sate Kerbau Khas Kudus

Kita berharap kepada generasi muda menjadi ujung tombak sebagai generasi mendatang,kita menghimbau kepada adik-adik sekarang ini bahwa  ancaman yang ada di negara kita antara lain komunisme,kemiskinan,Isis,Narkoba dan lain lain mengancam negara kita. perang saat ini tidak nampak namun sesungguhnya kita masuk dalam perang global di dunia.  
Mari kita mengisi dengan baik,selalu mewaspadai bagaimna mempengaruhi perang secara halus dan banyak kriminalitas,penyalahgunaan Narkoba.Maka dari itu kita perlu bersatu memberantas semuanya,kita sampaikan kepada adik adik sekalian tentang Pancasila dan UUD 45 perlu adanya  pemahaman makna di dalamnya.

Kita patut berbangga kepada NKRI bahwa negara lain masih memperhitungkan negara kita.di luar negeri TNI di segani dan dalam kejuaraan menembak TNI kita bisa menjadi juara umum dalam acra menembak dunia,mari kita berbuat baik tulus dan iklas.” pungkasnya

TRENDING :  Warga, TNI dan Ormas, Kerja Bakti Bantu Perbaiki Rumah Rumain yang Rusak Terkena Longsor Soco

Lebih lanjut Materi yang di sampaikan AKP. Supriyanto.SH ( Kasat Binmas Polres Pati) mengukapkan
Pengertian teroris adalah suatu yang membuat orang menjadi takut dalam hal ini khususnya agama islam,maksud membangun opini dan mempengaruhi terhadap kelompok atau orang di luar islam.

Teroris sekarang sudah beralih tapi sekarang ini beralih mereka tidak peduli baik dengan muslim maupun non muslim,bahwa anggapan mereka yang beribadah di masjid itu tidak sepaham dengan dia. Analisis aksi teroris dengan saa kesubes,hotel untuk saat ini sasaran adalah TNI dan POLRI  dianggap sebagai penghalang tujuan mereka dan tidak seiman dengan mereka .

Upaya kita Kepolisian selalu memberi penyuluhan kepada masyarakat tentang teroris. bahwa teroris merupaka gerombolan yang tidak bertanggung jawab dan ingin mengacaukan negara kita. penyalahgunaan Narkoba dan cara mengatasi penggunaan Narkoba.” Paparnya

Tak hanya itu Materi yang di sampaikan KH.Moh Aliudin. (  Pondok pesantren sentulan Gresik) mengatakan,
Bahwa di dalam Islam tidak memandang siapapun yang menjadi pempinan. dan islam membutuhkan orang orang yang siap membutuhkan orang yang siap hidup,ketika orang ini hidup maka akan memikirkan butuh makan dan minum.

TRENDING :  Ditinggal Kerja,Seisi Rumah Di Acak Acak Pencuri

maka untuk itu berjuanglah dan berjihatlah di jalan yang allah,maka dari itu kita juga di wajibkan untuk berdakwah antara lain dengan cetamah dan tulisan,maka dari sekarang maka kita harus memberikan semangat bagi orang lain.Islam itu tidak ada sangkut pautnya dengan ajaran teroris.
Bukti bahwa Islam tidak merusak peradapan umat lain,adalah masjid di damaskus pada waktu islam masuk dan  di bagi dua oleh khalifah bagian kanan di fungsikan sebagai masjid dan kiri sebagai gereja dan itu berlangsung puluhan tahun.Bukti ini sekarang masih ada dan masih di lestarikan.Bahwa islam adalah agama cinta damai dan toleransi dengan agama lain.” Pungkasnya.

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post