Membengkak, Jumlah Sertifikat Ganti Rugi Jalan Lingkar Mijen-Klumpit

Kudus, isknews.com – Jumlah sertifikat ganti rugi pembangunan jalan lingkar utara yang menghubungkan Desa Mijen – Klumpit, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, membengkak dari yang semula sebanyak 82 bidang, menjadi 179 bidang. Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) terkait, yakni Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cipkataru) Kabupaten Kudus, menyanggupi akan menyelesaikan pembuatan sertifikat milik warga Desa Mijen itu dalam 2016 ini, paling lambat 15 Oktober.

Pejabat (Pj) Kepala Desa Mijen, Muhammad Fitriyanto, yang dihubungiisknews.com, Senin (26/9), mengatakan hal itu. Menurut dia, bertambahnya jumlah sertifikat itu disebabkan ada yang sudah berganti nama, sehingga harus dilakukan pendataan ulang. Selain itu, ada pula yang pemiliknya sudah meninggal dan diwariskan kepada ahli warisnya dibagi (dipecah) menjadi lebih dari satu sertifikat. “Karena itulah jumlah sertifikat ganti rugi jalan lingkar itu meningkat, dari 82 bidang menjadi 179 bidang.”

Dia selanjutnya menerangkan dengan terjadinya perubahan nama pada sejumlah sertifikat itu, BPN dan Dinas Cipkataru membutuhkan waktu cukup lama, untuk pembuatan sertifikat ganti pembangunan jalan lingkar Mijen – Klumpit itu. Hal itu karena BPN harus melakukan pengukuran ulang, untuk mendapatkan data autentik di lapangan. “BPN sudah menyanggupi akan menyelesaikan pembuatan sertifikat dalam 2016 ini, diusahakan paling lambat 15 Oktober 2016.”

Seperti diberitakan di isknews.com, puluhan warga Desa Mijen yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Masyarakat Desa Mijen (FKMDM), melakukan aksi memblokade jalan lingkar utara yang menghubungkan Mijen – Klumpit. Mereka menuntut pemerintah menerbitkan sertifikat tanah milik warga yang digunakan untuk jalan lingkar, sebagai ganti pembangunan jalan lingkar tersebut. Tuntutan ditujukan kepada SKPD terkait, yakni BPN dan Dinas Cipkataru Kabupaten Kudus. (DN).

Facebook Comments