Memprihatinkan, Kesenian Kentrung Butuh Perhatian

oleh
ISKNEWS.COM

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Kesenian tradisional Kentrung di Kabupaten Jepara yang mulai ditinggalkan diharapkan bisa bangkit kembali. Generasi muda diharapkan menumbuhkan kecintaannya kepada seni tradisi ini. Pemkab Jepara mengaku akan membuat lomba untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap kentrung.

Sekda Jepara Sholih mengakui keberadaan Kentrung saat ini tergerus oleh modernisasi zaman. Untuk membangkitkan kembali kesenian Kentrung, saat hari Korpri pada bulan November nanti akan dilaksanakan lomba kentrung tingkat pelajar SLTA. Hal ini tidak lepas dari keprihatinannya melihat kesenian kentrung yang sudah ditinggalkan oleh generasi muda. “Untuk melestarikan, bisa diadakan lomba kentrung tingkat SLTA di kabupaten Jepara,” ujarnya.

TRENDING :  Polisi Amankan Produsen dan Penjual Petasan

Amin Ayahudi, Ketua Paguyuban Kesenian Tradisional Jepara mengatakan, harus ada inovasi baru terhadap kesenian kentrung agar tetap digandrungi. Termasuk parikan parikan yang akan dimainkan. Tidak hanya itu itu saja. Namun juga harus disesuaikan dengan kondisi yang sekarang. Juga perlu diceritakan tentang sejarah kentrung.

ISKNEWS.COM

Dikatakan Amin, saat ini sudah tidak ada generasi kentrung. Hanya ada dua, di wilayah Desa Kepuk dan di kelompok Mbah Parmo (Ngabul). Akan tetapi untuk di Desa Kepuk sudah tidak aktif, praktis hanya tinggal satu kelompok saja. Dan itupun, mereka saat ini sudah berusia lanjut. “Saat ini generasi Kentrung tinggal Mbah Parmo,” ujarnya.

TRENDING :  Masih Ditemui PPDP Tak Tempelkan Stiker

Ketua Yayasan Kartini Indonesia (YKI) Hadi Priyanto mengatakan, bukan hanya kentrung saja, tapi juga kesenian tradisional lainya juga harus dilestarikan. Seperti tayub, emprak, dll. Dikatakannya, kesenian tradisional tidak bisa lebih dari perhatian dari pemerintah, seniman, masyarakat serta instansi pendidikan yang ada. Karena keberlanjutan kesenian tradisi kalau cuma mengandalkan seniman yang sudah ada saja maka untuk berkembang akan sangat sulit. “Maka untuk itu pihak-pihak terkait harus bisa saling support agar kesenian tradisi tetap bisa lestari dan bisa dinikmati oleh masyarakat dan anak cucu kita kedepan,” katanya.

TRENDING :  Kunjungan Pangdam IV Diponegoro Disambut Hangat Oleh Bupati Jepara Di Kodim 0719

Sementara itu pelaku kentrung Mbah Parmo dan Madi mengaku siap memberikan kursus atau ekstra kulikuler kepada sekolah sekolah yang ingin belajar kesenian kentrung. Ia mengaku saat ini regenerasi masih sangat sulit. “Untuk generasi Kentrung sudah sangat sulit sekarang ini,” ujarnya. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :