Mengenal Lebih Jauh Rumah Adat Kudus

Mengenal Lebih Jauh Rumah Adat Kudus

Kudus dikenal sebagai kota kuno, peninggalan-peninggalan kuno baik dari kebudayaan Hindu dan terlebih dari kebudayaan Islam tersebar hampir merata di wilayah Kudus. Salah satunya rumah Adat Kudus yang menjadi kebanggaan dan salah satu budaya lokal kota Kudus ini mempunyai filosofi yang belum banyak diketahui oleh masyarakat awam.

Nah edisi kali ini akan mengupas bagian dasar lantai Rumah Adat Kudus. Bagian dasar lantai (Bancik dan Jogan) Bagian dasar ini merupakan landasan fisik yang menopang seluruh bangunan sehingga rumah memiliki akar yang kuat bagi bangunan itu sendiri makna dibalik struktur fisik tersebut juga menjadi landasan dalam meniti hidup dan kehidupannya.

TRENDING :  Petani " Parijotho " Sekali Panen 1 juta

Dalam buku Tradisi Pendidikan Karakter dalam Keluarga (Tafsir Sosial Rumah Adat Kudus) Karya Nur Said dituliskan bahwa Rumah adat Kudus terdiri dari lima trap: Bancik kapisan (trap paling bawah), Bancik kapindo (trap kedua dari bawah), Bancik katelu (trap ketiga dari bawah), Trap jogan jogo satru (trap lantai ruang depan), Trap jogan jogo lebet (trap lantai ruang dalam).

TRENDING :  Nilai Pendidikan Dalam Tradisi Khaul

Kelima trap atau landasan ini berdirinya lantai dalam rumah adat Kudus yang berundak-undak semakin tinggi, mengarahkan bagi para penghuninya agar dalam menjalankan kehidupan di dunia ini selalu berorientasi pada pelaksanaan dan penghayatan terhadap rukun islam yang lima menuju visi hidup jangka panjang kebahagiaan dunia dan akhirat.

Sebagaimana diketahui pemilik dan penghuni rumah adat Kudus pada awalnya memang hmpir semuanya adalah pengusaha muslim yang taat. Maka tidak berlebihan kalau makna yang termuat dalam lima trap landasan tersebut juga sarat dengan nilai-nilai islam. Dan nilai-nilai islam tersebut merupakan nilai-nilai suci yang diaktualkan dan dipentaskan dalam bentuk bangunan rumah adat tersebut dan merupakan visi hidup islami.

TRENDING :  Haul Raden Ayu Mlati

Begitu dalam makna yang terkandung jadi Mari Kita Jaga Budaya Lokal di daerah kita karena itu aset bangsa.

‪#‎neng‬

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post