Mengenal Sosok Mayor Kusmanto

oleh
Mengenal Sosok Mayor Kusmanto ISKNEWS.COM
Foto: Jalan Mayor Kusmanto yang ada di Desa Rendeng, Kudus, di Google Maps View (Istimewa/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Mayor Kustamto merupakan seorang pahlawan pra kemerdekaan yang namanya diabadikan sebagai nama sebuah jalan di Desa Rendeng, Kudus. Lalu siapakah sosok Mayor Kusmanto?

Kabid Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus menuturkan bahwa Mayor Kusmanto adalah pemimpin perlawanan dan peperangan prajurit Indonesia melawan Belanda di kawasan Muria.

“Mulanya, perlawanan rakyat di kawasan Muria dipimpin oleh Kapten Ali Machmoedi. Dalam pertempuran melawan Belanda di Desa Bregad, Pati, Kapten Ali Machmoedi gugur tertembak, hingga akhirnya komando daerah muria dilimpahkan ke Mayor Kosmanto,” katanya, Jumat (29-06-2018).

TRENDING :  Pengusaha Galian C di Kudus Harus Urus Izin Khusus Usaha Pertambangan

Setelah dipimpin Mayor Kosmanto, markasnya di pindahkan ke Desa Glagah Kulon, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus dengan pasukan elite yang bernama Pasukan Macan Putih. Nama ini diambil dari mitos seekor macan sakti yang ada di sekitar markas.

Masuknya pasukan Belanda ke pusat pemerintahan, pasukan Macan Putih melakukan gerilya dan tinggal di rumah-rumah warga. Bahkan Mayor Kusmanto sempat tinggal di rumah warga Desa Glagah Kulon yang bernama Mohdirono Sarbo.

Rumah itu, digunakan sebagai tempat untuk merencanakan penyerangan ke pasukan Belanda. Untuk makannya, kata Sutiyono, pasukan Macan Putih disupplai oleh warga sekitar yang mayoritas adalah petani.

TRENDING :  Asal Usul Desa Puyoh

Eksistensi komando daerah muria berakhir setelah peristiwa Konferensi Meja Bundar (KMB). Dari peristiwa itu, Belanda mengakui secara de facto dan de jure kemerdekaan Indonesia. Saat itulah, pemerintahan kembali berjalan normal seperti sedia kala.

“Saya masih ingat, orang tua saya pernah bercerita mengenai besarnya perjuangan Mayor Kusmanto bagi masyarakat di kawasan Muria. Jasanya yang besar membuat namanya harum di masyarakat, hingga diabadikan menjadi sebuah nama jalan di Kabupaten Kudus,” paparnya.

TRENDING :  Museum Gus Jigang, Pintu Awal Studi Islam Nusantara di Kudus

Sutiyono, mengakui sampai saat ini belum diketahui makam dari pejuang pemimpin pasukan komando muria tersebut. Namun, diperkirakan Mayor Kusmanto meninggal di daerah Glagah Kulon hingga Besito, yang menjadi tempatnya melakukan pertempuran melawan Belanda.

Jika perjuangannya di daerah Glagah Kulon hingga Besito, lalu mengapa namanya diabadikan menjadi nama sebuah jalan di Desa Rendeng? Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ini menjelaskan, penggunaan nama jalan tidak selalu menggunakan nama tokoh dari daerah tersebut. (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :