Menggiurkan Penghasilan Panatacara Dan Pamedhar Sabdha

Menggiurkan Penghasilan Panatacara Dan Pamedhar Sabdha

Kudus, isknwes.com – Penghasilan dari menjadi panatacara dan pamedhar sabdha (pembawa acara dan ahli pidato berbahasa Jawa), ternyata cukup menggiurkan. Bagi yang kategori pemula saja, honor dari sekali tampil atau diundang dalam suatu acara hajatan, sudah mencapai ratusan ribu. Sedangkan bagi yang sudah profesional, bisa mencapai jutaan rupiah.

Ketua Pengurus Cabang (PC) Persaudaraan Mayarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Kabupaten Kudus, Sulardi, menyampaikan hal itu, pada acara Purwa Wiyata Pawiyatan (peresmian dimulainya pembelajaran) Panatacara tuwin Pamedhar Sabdha angkatan XVII Permadani Kabupaten Kudus, Minggu (06/11), di aula Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

TRENDING :  Kirab Sewu Kupat Colo, Bupati : Teladani Semangat Dan Kepribadian Para Wali

Peresmian dimulainya pembelaran ditandai pengalungan samir dan penyematan lencana tanda peserta siswa baru, secara simbolis kepada dua siswa, Rifka Maulana Setyaningrum dan Saifur Rahman, mewakili siswa baru yang berjumlah 76 orang, oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Hartono. Hadir para kepala UPT Pendidikan Kecamatan, para Dwija (dosen), diantaranya, Soedarsono, Sudoro Wicaksono, Sumardjo, Paiman Hadi Purnomo dan Suharto.

Sulardi selanjutnya mengatakan, seorang panatacara ataupun pamedhar sabdha yang masih tingkat pemula, ibaratnya baru mengucapkan beberapa patah kata bahasa Jawa, honor yang diterimanya setiap kali tampil, sudah cukup besar, antara Rp 250.000 – Rp 1 juta. Apalagi yang sudah professional dan mempunyai jam terbang yang cukup tinggi, honor yang diterima sekali tampil bisa mencapai Rp 5 – 15 juta. “Saya berani mengatakan hal itu, karena saya sudah merasakannya.”

TRENDING :  Ribuan Siswa TK dan SD Ikuti Karnaval

Namun tentu saja tujuan dari didirikannya Permadani, ungkapnya lanjut, bukan hanya berorientasi pada provit semata, akan tetapi lebih dari itu. Permadani sebagai pawiyatan (lembaga pendidikan) berbasis budaya Jawa, mempunyai tujuan nduduk, ndudah lan ngrembakakake (menggali, membedah dan menyebarkan) budaya Jawa, dengan menyelenggarakan sekolah panatacara dan pamedhar sabdha.

Karena basisnya adalah budaya Jawa, titi wiyata (mata pelajaran) yang diberikan kepada setiap siswa pun berkisar pada pengetahuan budaya Jawa, diantaranya, bahasa dan sastra Jawa, tatakrama, adat-istiadat Jawa, sampai mata pelajaran tentang sekar setaman (tembang Jawa) dan sekar gending (karawitan dan pedalangan). Agar para siswa cepat mengusai pelajaran yang diberikan, sistemnya 40 prosen teori dan 60 prosen praktek.

TRENDING :  Festival Mata Air Akan Libatkan 300 Lebih Seniman

“Sampai dengan angkatan ke-XVI-2015, Permadani sudah meluluskan 500 lebih, panatacara dan pamedhar Sabdha. Pesertanya sementara ini lebih banyak dari kalangan guru SD, selebihnya mahasiswa dan umum,” tutur Sulardi yang juga Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, didampingi Sekretaris Permdani Kudus, Paiman dan H Painanto, serta Bendahara Dwi Astuti. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post