Meningkat, Penerima Bantuan Program PKH Tahap 3 Kudus Capai 12.607 KSM

Meningkat, Penerima Bantuan Program PKH Tahap 3 Kudus Capai 12.607 KSM

Kudus, isknews.com – Program keluarga Harapan (PKH) saat ini telah memasuki triwulan tiga. Ribuan Kepala Keluarga (KK) miskin atau keluarga Penerima Manfaat (KPM) di kabupaten Kudus berhak atas PKH tahap ketiga yang besar-nya Rp500.000.

Pemerintah pusat memberikan bantuan PKH tidak langsung menyerahkannya dalam bentuk uang tunai. Besaran bantuan yang diterima warga tidak sama menyesuikan kategori yakni lansia, disabilitas, warga miskin yang punya anak di SD, SMP, dan SMP, dan ibu hamil.

“Merupakan suatu program penanggulangan kemiskinan. Kedudukan PKH merupakan bagian dari program-program penanggulangan kemiskinan lainnya,” Kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus, Lutful Hakim saat ditemui isknews.com beberapa waktu lalu, Jum’at (11/8/2017).

TRENDING :  Beberapa Menit Ditinggal, Rumah di Tambakromo Didolani Maling

“Semua penerima PKH sudah punya buku rekening sehingga tinggal mengambil uang di mesin ATM (anjungan tunai mandiri) atau di kantor bank. Kami akan memberitahu penerima PKH jika bantuan sudah cair,” kata dia.

Lebih lanjut, mereka yang menerima bantuan tersebut adalah warga kategori miskin atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Ia mengingatkan, mereka yang menerima bantuan tunai itu supaya memanfaatkannya dengan baik. “Manfaatkan bantuan ini dengan baik dan benar. Gunakan untuk peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan keluarga,” pesan Luthful.

TRENDING :  Membeludak, 1.687 Wajib Pajak Serbu Samsat Usai Libur Panjang

Ia menjelaskan, PKH adalah program bantuan dan perlindungan sosial. Program pemerintah pusat tersebut merupakan salah satu strategi menanggulangi kemiskinan di Indonesia. Program itu, lanjut dia, merupakan bantuan tunai bersyarat, berkaitan dengan persyaratan pendidikan dan kesehatan.

Penerima bantuan  wajib memeriksakan anggota keluarganya ke Puskesmas, serta menyekolahkan anak-anaknya dengan tingkat kehadiran  yang sesuai ketentuan. “Jika tidak memenuhi persyaratan, bantuannya akan diputus,” tegas dia. Warga miskin yang tercatat sebagai penerima PKH, mendapat bantuan tiap triwulan atau empat kali dalam setahun.

“Adapun pada PKH tahap ketiga 2017 perinciannya, tercatat penerima tertinggi di kecamatan Dawe dengan jumlah KSM 3.313, sedangkan penerima terendah di kecamatan Bae dengan jumlah KSM 402,” ujarnya

TRENDING :  DPPKAD Kudus Rencanakan Beri Keringanan Pajak Bumi Bangunan (PBB)

Terkait jumlah penerima bantuan PKH tahap ketiga, Luthful menyebutkan jumlah penerimanya sebanyak 12.607 keluarga sangat miskin (KSM), dengan total terima PKH setelah dikurangi hasil verifikasi Faskesdik sejumlah 6,70 miliar.

Jumlah tersebut merangkak naik dibanding penerima bantuan PKH tahap kedua masih ditahun yang sama, yakni sebanyak 11.187 KSM, dengan total terima 5,59 Miliar.

Dibanding tahun sebelumnya (2016) pada tahap ketiga, jauh lebih rendah, yakni sebanyak 5,395 KSM, dengan total bantuan PKH sebesar 1,79 miliar. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post