MENIRU KREATIVITAS PETANI DARI NDUNG WARU BERTANI PISANG TUMPANG SARI DENGAN SAYURAN

by

12713892_10205416263035190_1858014954_nIsknews.com- Bertani pisang sangat menjanjikan bagi petani yang memang menekuninya dengan serius, karena menanam pisang satu kali bisa panen seterusnya, sebab pisang tidak akan mati sebelum dia berbuah dan memiliki anak atau tunas terlebih dahulu, dan kebutuhan akan buah pisang di masyarakat sangat tinggi, sehingga akhir-akhir ini pasaran harga pisang kian hari kian melambung.

TRENDING :  Dukung Swasembada Kedelai Nasional 2018, Kudus Siapkan Lahan 10 Ribu Hekatar

Namun menunggu untung dari hasil panen pisang dibutuhkan waktu yang cukup lama, paling tidak menunggu hingga sepuluh bulan sampai dengan satu tahun baru bisa panen, perlu memiliki kecerdasan dan kreativitas bagi seorang petani agar mendapatkan hasil yang lebih cepat. Strategi untuk itu adalah melalui pola tanam pohon pisang dengan area yang luas dan jumlah tanaman pohon yang banyak. Sehingga setelah masa usia panen tiba, ritme atau jadwal panen pisang bisa di pola setiap minggu panen atau setiap bulan panen secara bergantian.

TRENDING :  Komunitas Lemah Subur : Arang Sekam Kebal Hama dan Patogen

Selain strategi itu, bisa juga dikiati dengan pola tanam pisang tumpangsari, tanaman tumpangsari ini bisa dilakukan terutama saat awal awal menanam pohon pisang atau pada saat pohon pisang masih belum terlalu rimbun oleh daunnya, atau juga bisa dikiati menanam pisang dengan jarak tanam yang agak longgar, sehingga walau daun pisang sudah rimbun tetap bisa menanam tanaman tumpangsari lainnya.

KOMENTAR SEDULUR ISK :