Menristek-PT HM Nasir, Khatib Shalat Idul Adha Di Masjid Agung Jawa Tengah

Menristek-PT HM Nasir, Khatib Shalat Idul Adha Di Masjid Agung Jawa Tengah

Semarang – Kemajuan pendidikan tidak hanya menjadi proses utama dalam transformasi dan perubahan menuju pembentukan manusia bermutu. Namun juga mampu memikul amanah Sang Pencipta serta merealisasikan berbagai tugas kemanusiaan untuk membangun peradaban.

Hal itu disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Prof Dr H M Nasir Ph D Ak saat menjadi khatib salat Idul Adha di Masjid Agung Jawa Tengah, Senin (12/9). Selain Menristekdikti, turut serta dalam salat jamaah tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP, Ketua Dewan Pelaksana Pengelola (DPP) MAJT Dr H Noor Achmad MA dan jajarannya, KH Zaenuri Ahmad selaku imam, para ulama, rektor beberapa perguruan tinggi, serta puluhan ribu warga dari berbagai daerah. Menurut Nasir, transformasi pendidikan dan teknologi harus dilakukan dengan baik, agar manusia menjadi semakin baik pula.

“Mentransformasi pendidikan dan teknologi Indonesia agar menjadi lebih baik, salah satunya seperti makna pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail. Pengorbanan itu menjadi penting untuk membangun negara, oleh karena itu semua individu harus dapat membangun Indonesia menjadi lebih maju dan sejahtera,” beber Menristekdikti.

BACA JUGA :  Ganjar, "Pekerjaan Jalan Yang Paling Banyak Dikorup".

Ditambahkan, pendidikan merupakan pilar pokok dakam pembangunan bangsa. Seluruh negara yang telah berhasil mencapai kemajuan dan penguasaan teknologi dan peradaban diawali dengan pemberian perhatian yang besar terhadap pendidikan. Inilah tantangan bangsa Indonesia ke depan guna melahirkan manusia saleh, baik secara individu, sosial, maupun profesi. Kisah pengorbanan Nabi Ibrahim, kata Nasir, hendaknya menjadi keteladanan, menjadi refleksi bagi bangsa Indonesia yang masih terus berjuang untuk mengatasi berbagai persoalan besar dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakar, berbangsa, dan bernegara.

“Sosok Nabi Ibrahim, keluarga, serta perjalanan mereka memberikan gambaran kepada kita pentingnya ketersediaan sunber daya manusia yang memiliki iman yang benar dan melakukan amal saleh, dan proses pendidikan yang tepat dalam manusia saleh tersebut,” terangnya.

BACA JUGA :  Waspadai Jalan Bergelombang di Pantura Semarang - Demak

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Provinsi Jateng Dr Ir Sri Puryono KS MP menjelaskan, ruh Idul Adha adalah peduli dan solidaritas yang diuji. Peduli artinya seperti yang sikap Nabi Ibrahim dengan memberikan yang terbaik dan dicintai semata karena berharap ridho-Nya. Sedangkan solidaritas yaitu mampu berbagi terhadap sesama dan lingkungan.

Tidak kalah penting adalah memahami dan melaksanakan lima makna pokok dari berkurban. Yakni berbagi rezeki di saat sulit, memberikan yang terbaik kepada yang membutuhkan, selalu bersabar ketika cita-cita belum tercapai, ikhlas ketika orang lain mendapat kesuksesan, serta senantiasa amar makruf nahi munkar terhadap keluarga rekan dan sesama.

“Marilah kita rawat sikap peduli dan solidaritas ini. Sebagai satu bangsa kitalah yang harus menjaganya,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Tabligh Akbar Muhammadiyah Di Semarang, Gubernur : Kita Akan Bikin Tabligh Akbar Keliling Jateng

Pada kesempatan itu, gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada panitia pengelola hewan kurban MAJT yang telah mengelola hewan kurban sebagai amanah dari masyarakat.

“Saya nderek titip agar pembagian diatur sebaik – baiknya supaya tidak berdesakan. Antrean dipisahkan antara laki laki, perempuan, lansia, dan yang muda. Jangan membawa balita karena antre dengan menggendong balita sangat berisiko,” pintanya.

Seusai salat Idul Adha, Menristekdikti didampingi Sekda Jateng Sri Puryono menyerahkan satu ekor sapi kurban dari Presiden RI Joko Widodo seberat 975 kilogram dan satu ekor sapi dari sekda Jateng kepada DPP MAJT. Total hewan kurban di MAJT pada Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah sebanyak 10 ekor sapi, termasuk dari Presiden RI dan Sekda Jateng, serta sembilan ekor kambing. (HJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post