Menunggu Situasi Kondusif, Sosialisasi Pilkades AW Desa Mijen Ditunda

Kudus, isknews.com – Sosialisasi Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (Pilkades AW) Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, ditunda karena menunggu situasi kondusif. Sedianya, sosialisasi itu diselenggarakan pada awal September 2016, namun belum jadi dilaksanakan, karena dengan adanya aksi blokade jalan lingkar oleh sebagian warga, menjadikan situasi di Desa Mijen tidak kondusif.
Pejabat (Pj) Kepala Desa Mijen, Muhammad Fitriyanto, yang dihubungi isknews.com, saat menghadiri acara tahlil dan Khotmil Qur’an, dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Kudus Ke-467 – 2016, di pendopo Kabupaten Kudus, Kamis (22/9), mengatakan hal itu.
Menurut dia, semua yang terkait dengan penyelenggaraan Pilkades AW di Desa Mijen sudah siap, terutama ketua BPD dan jajaran pengurusnya, sebagai penanggung jawab pesta demokrasi itu. Sesusai rencana, tahapan Pilkades AW itu akan diawali dengan sosialisasi, pada awal September 2016 ini.
“Namun sebelum kegiatan itu dilaksanakan, terjadi aksi oleh sebagian warga desa yang memblokade jalan lingkar. Hal itu berakibat situasi di Desa Mijen tidak kondusif.”
Menyikapi situasi di atas, pihak yang terkait dengan Pilkades AW, yakni PJ Kades dan Ketua BPD setempat, mengambil langkah menunda untuk sementara waktu, sosialisasi Pilkades AW itu. “Kalau situasi belum kondusif, nantinya sosialisasi tidak bisa maksimal,” tegas Fitriyanto.
Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan Desa (Pemdes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Adi Sadono yang dihubungi di ruang kerjanya, mengatakan, hingga kini pihaknya masih menunggu kesiapan BPD Desa Mijen, terkait dengan akan diselenggarakannya Pilkades AW), di desa tersebut. Hal itu karena dalam penyelenggaraan Pilkades AW, sebagai pelaksananya adalah BPD, mulai pembentukan panitia pemilihan (panlih), penyusunan jadwal tahapan Pilkades, hingga musyawarah desa (Musdes), sebagai tahapan terakhir pemilih menggunakan hak suaranya, dalam Pilkades AW di Desa Mijen itu. “Keterkaitan Pemdes, sesuai tupoksinya, adalah memberikan sosialisasi kepada warga masyarakat desa setempat, tentang apa dan bagaimana Pilkades AW.”
Hal yang perlu dipahami oleh masyarakat, ungkapnya lanjut, ada ketentuan khusus dalam Pilkades AW yang membedakan dengan Pilkades pada umumnya. Yakni yang yang menyangkut hak pilih. “Kalau dalam Pilkades hak pilihnya adalah semua warga yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT), maka dalam Pilkades AW, hak pilihnya terbatas, yakni selain perangkat desa, anggota BPD, juga tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan dan organisasi kemasyaratan, seperti PKK, Karang Taruna dan lain-lain.”(DM)

Facebook Comments