Menyongsong MEA, Siapkan Tenaga Kerja Berdaya Saing Tinggi

oleh
SMK N 2 Pati
Foto: Peserta uji kompetensi sedang mengutak-atik mesin sebuah mobil minibus di Tempat Uji Kompetensi (TUK) SMKN 2 Pati, Kamis (26-04-2018) (ivan nugraha/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Menyambut era global tenaga kerja dan menyongsong masyarakat pasar bebas atau ekonomi asean (MEA), lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus siap dan mampu bersaing dengan tenaga kerja lainnya, salah satunya dengan mengikuti uji kompetensi.

Menjawab tantangan tersebut, SMK N 2 Pati melaksanakan uji kompetensi program pelaksaan sertifikasi sektor. Uji kompetensi ini dilaksanakan sejak tanggal 21 hingga 25 April kemarin di Tempat Uji Kompetensi (TUK) SMKN 2 Pati.

Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 SMKN 2 Pati, Ngarpani mengungkapkan, sedikitnya sekitar 300 siswa mengikuti ujian ini. Baik dari siswa SMKN 2 Pati sendiri maupun SMK lainnya.

TRENDING : 

”Sekolah kami telah memiliki lisensi, jadi dapat menyelenggarakan uji kompetensi ini sendiri,” papar Ngarpani.

Uji kompetensi yang dilakukan, yaitu skema tune up konvensional dan juga injeksi. Ada enam mobil yang digunakan untuk uji kompetensi. Tiga mobil konvensional dan tiga mobil injeksi.

Uji kompetensi ini, lanjut Ngarpani, merupakan bagian dari instruksi presiden, yang tertuang dalam Inpres No.9 Tahun 2016. Salah satunya berisi tentang mempercepat sertifikasi calon tenaga kerja.

TRENDING :  Disperindag Bersama Tim Pantau Gas Melon

”Selain itu, dengan uji kompetensi yang berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi yang sudah kompeten, nantinya bisa diterima disemua negara Asia Tenggara. Sebab standarnya sudah sama,” kata Ngarpani.

Hingga saat ini, dari penilaian yang telah dicermati pihaknya, ada sekitar 65 persen peserta yang dianggap kompeten. Namun, hasilnya tak serta merta bisa diketahui saat itu juga, sebab ada analisa lanjutan untuk menentukan kompeten tidaknya.

TRENDING :  Kartu Tani Diharapkan Mampu Permudah Transaksi Pupuk Untuk Petani

Untuk lulus uji kompetensi ini, para peserta mesti mendapat penilaian sempurna.

”Ada banyak item. Misal di TKR tune up injeksi itu ada beberapa item, satu saja item tak kompeten, tidak bisa lulus untuk diberikan sertifikat kompeten dari BNSP. Namun hanya diberikan sertifikat kompeten item khusus saja,” pungkas Ngarpani. (IN/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :