Meriah !!! Prosesi Kirab Resik Resik Sendang Desa Wonosoco Undaan Kudus

Meriah !!! Prosesi Kirab Resik Resik Sendang Desa Wonosoco Undaan Kudus

Kudus, isknews.com – Wonosoco, Desa paling ujung selatan Kudus, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pati dan Grobogan adalah Desa yang masih menjaga kerukunan antar warganya. Tak banyak warga wonosoco, hanya satu RW terdiri dari 4 RT, tapi guyub rukunnya luar biasa. Seperti yang terlihat dalam memeriahkan rangkaian acara Kirab Resik resik sendang Kamis Siang (11/8) Pukul 14.00 Sampai selesai patut dicontoh.

Dalam acara tersebut, hadir Ka.Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang diwakili kasi destinasi wisata (jamian SE) dan Kasi pemasaran wisata (sutupo SPd.). Selain itu dihadiri Camat Undaan dan Kepala Desa se Kecamatan Undaan. Dewansaka Pariwisata Kwarcab Kudus. Pengelola desa wisata dan Pokdarwis se kab. kudus dan tentunya masyarakat hadiri menyaksikan jalan nya kirab kemarin.

TRENDING :  Wayang Kulit dan Gareng Didatangkan Untuk Hibur Warga

received_120300000062826493

Dengan penuh suka cita, atas nikmat kemurahan alam, warga wonosoco setiap bulan apit (Penanggalan jawa) mengadakan kirab resik-resik sendang. dari kepala desa, perangkatnya, dan masyarakat semua bersatu padu dalam mensukseskan acara tersebut tanpa sedikitpun rasa sungkan.

Turut hadir Ka.Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dihadiri kasi destinasi wisata (jamian SE) dan Kasi pemasaran wisata (sutupo SPd.). Selain itu dihadiri Camat Undaan dan Kepala Desa se Kecamatan Undaan. Dewansaka Pariwisata Kwarcab Kudus. Pengelola desa wisata dan Pokdarwis se kab. kudus dan tentunya masyarakat hadiri menyaksikan jalan nya kirab kemarin.

TRENDING :  Bertepatan Peringatan Hari Pahlawan, Paroden Basah Menampilkan Parodi Lawak Masa Penjajahan

Dengan keramahan masyarakatnya, keasrian alamnya membuat suasana resik-resik sendang terasa sangan hikmat. Ditambah keragaman seni yang disuguhkan membuat semua masyarakat tambah sumringah.

Pada saat arak-arakan, berbagai hiburan seni dan keterampilan ditampilkan, seperti rebana, drumband, pertunjukan patung besar yang berbentuk hewan, badut, tari-tarian, barongsai, dan kuda lumping. Selain itu juga ada yang menampilkan pakaian adat istiadat dari berbagai daerah, menampilkan hasil panen yang ditata sedemikian rupa dan dihiasi pernak-pernik cantik sehinga sangat menarik dilihat. Bahkan, ada juga sebagian yang berpenampilan seperti wali songo, ada yang berpenampilan dan menggambarkan rakyat biasa yang sederhana.

Tidak hanya itu, taman kanak-kanakpun ikut berpartisipasi memeriahkan arak-arakan tersebut. Dalam kegiatan ini, juga diisi pemanjatan do’a bersama yang intinya memohon keselamatan semua warga wonosoco. Setelah arak-arakan selesai, dilanjutkan acara inti yaitu membersihkan sendang. Mereka bersama-sama membersihkan sendang. Hal yang menarik dan patut dicontoh dalam kegiatan ini yaitu kepala desa ikut turun tangan langsung membantu membersihkan sendang tersebut, dengan ikut mencebur meskipun berkotor-kotor dan bersusah payah membersihkan sendang tersebut bersama perangkat desa lainnya beserta warganya.

TRENDING :  FasbuK Bakti Budaya Djarum Foundation Tanamkan Anak Bangsa Berjiwa Sastra & Budaya

Dengan diadakannya acara resik-resik tersebut, masyarakat percaya dan meyakini bahwa sendang tidak akan pernah habis airnya, bahkan akan tambah besar sumber airnya.(AS)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post