Meriah, Puncak Peringatan HUT Yogya Ke 260

Yogyakarta, isknews.com – Puncak peringatan hari ulang tahun ke-260 Kota Yogyakarta berlangsung meriah. Tugu Pal Yogyakarta disulap megah dengan puluhan lampu sorot warna-warni di beberapa sisi. Dua layar besar dipasang di bagian barat dan timur. Setiap tanggal 7 Oktober 2016 Kota Yogya merayakan ulang tahunnya, hampir seluruh warga masyarakat ikut merayakannya. Sebenarnya tidak ada yang tahu pasti kapan tanggal berapa berdirinya Yogyakarta.
Setelah dilakukan study sejarah oleh beberapa ahli, diambil kesepakatan tanggal 07 Oktober sebagai hari ulang tahun Yogyakarta. Walikota Yogyakarta pada saat itu, Herry Zudianto berusaha menggali kembali sejarah berdirinya kota ini.

Sepanjang Jalan Mangkubumi dipasang janur kuning di sisi jalan dan beberapa pernak-pernik tradisional Jawa, hampir seluruh warga masyarakat ikut merayakannya, rangkaian acara HUT Kota Yogya ini akan berlangsung Jumat-Minggui, Demikian dilaporkan oleh reporter isknews.com Erwin Santoso dan Attamzis dari Yogyakarta.

Pawai Budaya yang diikuti oleh lebih dari 4.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat, seperti civitas akademika kampus, pelaku usaha, dunia wisata, hingga seniman. Berbagai atraksi dan beragam pertunjukan seni ditampilkan. Dari 45 kelurahan di Kota Yogya, semua tampil dengan beragam pertunjukan seni masing-masing. Seperti, adanya pasukan Bregodo dengan alunan musik tradisi, Kuda Lumping dengan Barongan dan Penari Ludruknya, Barongsai, tarian Sri Rejeki hingga kisah cinta Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Bahkan sendra tari Ramayana juga diperag cukup apik dengan banyak penari yang mengen topeng ala Buto Cakil dan Hanoman.

Baca Juga :  SAF Adalah Wadah Untuk Saling Berbagi Dengan Sesama

Masyarakat pun antusias melihat Pawai Budaya yang menyedot banyak perhatian tersebut, tidak hanya masyarakat Jogja  tetapi juga para wisatawan lokal maupun asing. Banyak di antara mereka mengambil foto dan video dari kamera untuk mengabadikan peserta pawai yang dianggap menarik.

Tema yang diambil di tahun ini adalah “Pesta Rakyat Jogja” yang mana masyarakat dilibatkan secara langsung dan lebih berperan aktif dalam memaknai ulang tahun Yogyakarta dengan berbagai aktivitas yang dilaksan oleh masyarakat. Tentunya masyarakat lebih merasa gregetnya   ulang tahun Jogja. Nantinya selama pawai budaya berlangsung para peserta pawai  memperlihatkan tontonan yang apik dan menarik sepanjang jalannya pawai, selain itu para peserta  menunjukkan keanekaragama potensi yang dimiliki tiap wilayah di panggung kehormatan yang terletak di kawasan Tugu Yogyakarta.

Baca Juga :  Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jateng Harapkan Sosok Pemimpin Yang Mengayomi Dan Mampu Meneruskan Perjuangan

Berbeda di tahun sebelumnya, meskipun pada tahun 2016  ini peserta tidak sebanyak tahun lalu, namun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta yang diwakili oleh Yetti Martanti,S.Sos, MM selaku Kepala Bidang Promosi dan Kerjasama serta Koordinator event ini menyampaikan “ walaupun jumlah tidak sebanyak tahun lalu, tidak  mengurangi semarak keindahan pawai karena tahun ini lebih menitikberatkan pada kualitas bukan pada kuantitas.”

Pawai kali ini lebih terkonsep dan prosesnya sudah dimulai sejak bulan Maret. Selain itu  pemilihan tema Wayang memiliki makna yakni wayang diartikan sebagai narasi yang mengisi kehidupan semesta, diharapkan dapat membuat Jogja menjadi lebih baik dan bersama-sama membangun keselarasan untuk kemakmuran bersama, ini merup konsep yang di gagas bersama masyarakat melalui perwakilan 14 kecamatan.

Baca Juga :  SMK NU Banat Launching Product Tecno Park

Sesuai konsep street art penonton  disuguhkan bentuk-bentuk wayang yang sudah dimodifikasi baik dalam penampilan atau teknik penyajian,implementasi gagasan dalam sajian menyangkut bentuk isi dan visual dan tampilan yang serasi serta menarik yang mencerminkan estetika keseluruhan pertunjukkan..

Berangkat dari semangat  Segoro Amarto yang menjadi logo Ulang Tahun Kota Yogyakarta kegiatan ini dapat memberikan tuntunan dan tontonan bagi masyarakat sekaligus mengeratkan hubungan antara masyarakat, pemerintah maupun  swasta. (ES/LR)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?