Mesin PG Trangkil Rusak, Ratusan Truk Berbondong Bondong Pasok Tebu Ke PG Rendeng

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Antrean panjang truk pengangkut tebu memadati jalan sebelah barat kantor Samsat Kudus ke utara hingga pabrik Gula Rendeng Kudus, bahkan semalam panjang antrean hingga memasuki kawasan jalan HOS Cokroaminoto Kudus, Sabtu (09-06-2018).

Kemacetan panjang pun terjadi hingga mengganggu lalu lintas jalan di sekitar Pabrik Gula (PG) Rendeng, akibatnya, banyak pengguna jalan yang mengeluh saat melintas di kawasan tersebut.

Salim (35), salah satu warga yang tinggal tak jauh dari kawasan jalan tersebut menyatakan, saat musim giling tebu, biasanya memang diwarnai antrean truk yang akan masuk ke pabrik gula. Namun, kemarin panjang antrean truk tebu memang parah,  Sabtu (09/06/2018).

”Antrean jajaran truk-truk diesel pengangkut padi ini sudah lama tak terjadi di jalan ini, tahun-tahun dulu memang pernah seperti ini, tapi tak juga separah yang ini” terangnya.

Sementara itu, Asri Budi Utomo, Litbang DPC  Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) PG Rendeng Kudus, saat di temui di kantor sekretariatnya di bilangan jalan Patimura Wergu Wetan Kota Kudus, menyatakan, antrean panjang truk tebu karena ada kendala di bagian mesin cooling Tower PG Trangkil Pati.

TRENDING :  Umat Islam di Kudus Gelar Sholat Gerhana, Umat Hindu Gelar Upacara Purnama

“Sehingga pasokan tebu tak bisa masuk ke pabrik tersebut, para petani kemudian melarikan muatan tebunya ke PG Rendeng Kudus yang menyebabkan konsentrasi truk-truk pengangkut tebu menumpuk di Kudus yang juga bercampur dengan petani lokal (Binaan PG Rendeng) yang biasa berkirim di Kudus,” katanya, Sabtu (09/06/2018).

”Kami sendiri sudah berbicara dengan manajemen PG Rendeng  tentunya untuk memberikan prioritas pertama kepada para petani local yang sudah menjadi binaan kami untu memperoleh kontrak dan nomor PIN melakukan penimbangan terlebih dahulu di PG Rendeng, baru setelah itu mereka, para petani diluar binaan APTRI PG Rendeng,” katanya.

Disinggung mengenai penetrasi truk-truk tebu dari luar kota Kudus ke kawasan PG Rendeng Kudus sehingga mengganggu dan menambah kemacetan jalanan di Kudus, Asri menjelaskan, ini bukan kesalahan manajemen PG Rendeng.

TRENDING :  Kemeriahan Haul Sang Maestro Joglo Kudus

“Pihak PG Rendeng sendiri juga tak menyangka akan kedatangan truk-truk tebu dari luar kota, dan ini bukan menyangkut surat perintah tebang dan angkut (SPTA) tebu yang terlalu banyak dari PG Trangkil tapi memamng ada kerusakan mesian, terang dia.

Sebelum bisa memasok tebunya ke PG Rendeng kan mereka harus mengurus surat kontrak yang tidak bisa serta merta, karena mereka harus mengikuti prosedur kita dahulu PG punya aturan, kami juga punya aturan.

“Aturannya adalah mengikuti kesepakatan sebelum giling adanya potongan beaya karung dan sebagainya, bisa saja mereka masuk dengan nomor kontrak petani binaan, tapi kami kan punya kuota, misal kuota per hari 25 ribu ton maka kami bisa menolak bila sudah melebihi kuota tersebut,” terangnya.

TRENDING :  Sidak Jelang Idul Adha, Petugas Distanpangan Kudus Temukan Hewan Kurang Sehat

Asri tak menampik bahwa PG Rendeng kemungkinan besar akan menerima semua muatan dari truk-truk pengangkut tebu yang biasanya bukan menjadi supliyer PG Rendeng, karena tebu itu dalam 36 jam dinyatakan rusak. “Jadi kasihan juga para petani tebu itu bila tebunya tak tertampung di PG Rendeng,” ungkapnya.

Sementara itu Sutarno (38) sopir truk tebu asal Desa Jadi Sumber Rembang, mengaku dirinya sudah mengantre sejak kemarin sore, mengetahui mesin PG Trangkil Pati, sedang rusak, sebelum ke PG Rendeng dirinya sempat mebawa tebunya ke PG Pakis Tayu Pati namun dia ragu dengan kapasitas muat pabrik Gula tersebut lalu memutuskan membawa Ke PG Rendeng.

“Saya optimis ini hari terakhir dan tebu yang saya bawa ini segera di timbang di PG Rendeng karena nomor kontraknya sudah diurus sama bos saya,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :