Mesin Tua Jadi Roda Penggerak Perekonomian Wawan

by
isknews
Wawan Subhan (36) sedang mengoperasikan mesin Foil di Desa Krandon, Kecamatan/Kabupaten Kudus, Rabu (14-02-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM).

Kudus, ISKNEWS.COM – Perkembangan teknologi yang semakin mutakhir, menjanjikan sejumlah kemudahan bagi manusia dalam menjalankan aktivitasnya. Mesin canggih seolah menjadi pilihan bagi pelaku industri dalam menghasilkan produk dengan kualitas terbaik.

Akan tetapi hal tersebut, tidak berlaku bagi Wawan Subhan (36), seorang pengusaha percetakan asal Desa Krandon, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Ia mampu membuktikan, bahwa mesin percetakan kuno ternyata mampu menjadi penggerak roda perekonomian keluarga dan sejumlah karyawannya.

Pada media ini, Rabu (15-02-2018), ia mengungkapkan bahwa seluruh mesin yang digunakan untuk proses produksi, merupakan warisan dari masa Kolonial Belanda. Mesin-mesin tersebut ia dapatkan, dari pengusaha percetakan yang sudah gulung tikar asal sejumlah daerah di Indonesia.

TRENDING :  Ribuan Orang Meriahkan Hari Amal Bhakti ke 72 Dengan Pentas Seni dan Jalan Sehat

Saat ditanya mengenai alasan lebih memilih menggunakan mesin kuno, dibandingkan mesin modern. Ayah dengan dua anak ini mengatakan, harga mesin kuno lebih terjangkau sehingga menjadikan modal yang ia butuhkan untuk memulai usaha percetakan tidak begitu besar.

TRENDING :  Tahapan Seleksi JPT Pratama Sekda Kudus Berjalan Lancar

“Selain itu, kualitas yang dihasilkan dari mesin kuno juga tidak kalah dengan mesin modern. Hal ini kemudian memantapakan saya untuk terus menggunakan mesin-mesin kuno sampai saat ini,” kata Wawan.

TRENDING :  Soal Regruping SDN 1 Bacin Kudus Wali Murid Sempat Ajukan Keberatan

KOMENTAR SEDULUR ISK :