Meski Banyak Peminat, Permintaan Kartu Kuning di Kudus Alami Penurunan

oleh
Meski Banyak Peminat, Permintaan Kartu Kuning di Kudus Alami Penurunan
Foto: Suasana antrean di ruang Permohonan Kartu Kuning/AK1 di Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Usaha Kecil, dan Menengah) kabupaten Kudus. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM).

Kudus, ISKNEWS.COM – Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Usaha Kecil, dan Menengah) Kabupaten Kudus, mencatat jumlah pelamar kerja yang membuat kartu kuning (Kartu AK 1) mengalami peningkatan beberapa bulan terakhir.

Terlebih, setelah beberapa instansi membuka lowongan calon pegawai negeri sipil (PNS). “Biasanya sehari kami hanya melayani 20-30 permohon, saat ini sehari permohonan kartu kuning mencapai hampir 100 orang bahkan lebih,” kata Bambang Tri Waluyo Kepala Disnaker Perinkop UKM, Kudus melalui Evita dewi, Kasi Informasi Pasar Kerja, penempatan tenaga kerja dalam negeri (IPK dan PTK DN), kepada isknews.com, Selasa (17/7/2018).

TRENDING :  Vario Kontra Truk, Satu Orang Opname

Menurut Evita, Dari data yang telah direkap, jumlah pencari kerja yang mengambil kartu kuning dari bulan Januari hingga Juni 2018 mencapai 3130 pencari kerja. Diantaranya terdiri dari pencaker 1495 laki-laki dan 1635 perempuan.

Meski Banyak Peminat, Permintaan Kartu Kuning di Kudus Alami Penurunan
Foto: Suasana antrean di ruang Permohonan Kartu Kuning/AK1 di Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Usaha Kecil, dan Menengah) kabupaten Kudus. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM).

Menurut Evita, meski antusias tinggi, dibanding tahun lalu, permintaan kartu kuning alami penurunan. Hal itu bisa dilihat dari grafik tahun lalu dari bulan Januari hingga Juni. “Jika tahun lalu (2017) sebanyak 4.973 pencaker, tahun ini hanya 3.130 pencaker,” jelasnya.

TRENDING :  Bediang Ludeskan Kandang dan Hewan Ternak, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

Dari data pencari kerja tersebut jumlah terbanyak didominasi lulusan SMA dan sisanya jenjang S1, di lanjut Strata 2, dan sisanya tingkat SMP. “Kalau rinciannya berdasarkan kuisioner ada yang ingin bekerja di perusahaan, persiapan menuju kerja dan bahkan mereka yang sudah bekerja dan menginginkan perusahaan lain,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pemohon surat kuning (AK1), Eka, remaja putri asal Rendeng mengaku, membuat surat kerja ini untuk jaga-jaga jika sewaktu-waktu di butuhkan untuk melamar pekerjaan. “Proses buatnya mudah dan tidak ribet,” ujar lulusan SMKN 1 Kudus itu.

TRENDING :  Dekatkan Pelatihan ke Masyarakat, BLK Kudus Sosialisasi Model Pelatihan Kerja Keliling

Senada dengan Eka, Nurul Huda lulusan SMK Raden Umat Said (RUS) jurusan RPL (Rekayasa perangkat lunak) juga demikian. “Meski peluang kerja saat ini kompetitif, namun saya akan terus mencoba menaruh lamaran yang sekiranya perusahaan terkait membutuhkan pencaker,” tandas waega Desa Soco, Kecamatan Dawe Kudus. (AJ/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :