Meski Diguyur Hujan Deras, Kirab Rebo Wekasan di Jepang Tetap Meriah

by

Kudus, ISKNEWS.COM – Guyuran hujan deras tak menyurutkan para peserta Kirab Rebo Wekasan di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Selasa (14/11/2017). Para peserta kebanyakan tidak kaget dengan turunnya hujan, karena setiap tahun dalam pelaksanaan kirab memang selalu diguyur hujan.

“Memang begitu, tiap kirab selalu diguyur hujan. Meskipun saat itu musim kemarau tetap saja hujan. Inilah keunikan dalam kirab yang dilangsungkan menjelang hari rabu terakhir di bulan Safar,” tutur Ketua Panitia Supriyanto.

Dia menjelaskan, sebanyak 77 kelompok masyarakat terlibat dalam kirab ini. Mulai dari anak-anak TK, pelajar SMA, PKK, dan lainnya. Peserta berjalan sejauh 1,5 kilometer mulai Kantor Kecamatan Mejobo hingga finish di Masjid Wali Al Makmur.

TRENDING :  Tradisi Beri Makan Ketupat dan Lepet Pada Bulus di Sumber Hadipolo

Berbagai kreativitas dari para peserta ditampilkan dalam kirab ini. Di antaranya salah satu produk andalan rintisan desa wisata yakni kerajinan bambu. Dengan tangan-tangan terampil irisan bambu berhasil disulap menjadi berbetuk topi hingga burung merak.

TRENDING :  Gebyar Kirab Budaya Ritual Rebo Wekasan Di Desa Jepang Mejobo Berlangsung Meriah

Supriyanto mengklain dari tahun ke tahun pelaksanaan semakin meriah. Kirab yang merupakan puncak serangkaian acara rebo wekasan di Jepang, sebelumnya diawali dengan bernagai kegiatan.

KOMENTAR SEDULUR ISK :