Meski di Usia Senja, Daonah Tetap Semangat Ikuti Ujian Paket B

Meski di Usia Senja, Daonah Tetap Semangat Ikuti Ujian Paket B

Kudus, isknews.com – Belajar tidak pernah mengenal batas usia, kapanpun kita dapat memulainya. Banyak kisah diluar sana tentang orang yang telah berumur namun masih bersemangat melanjutkan pendidikan.

Setidaknya, itulah yang tergambar dari sosok wanita satu ini. Namanya Daonah. Usia tak menyurutkan tekadnya untuk menyelesaikan jenjang pendidikan.

Bagaimana tidak, saat mengikuti ujian nasional kesetaraan pendidikan (UNKP) tahun ini, wanita asal Batang tersebut telah menginjak usia 44 tahun. Meski tak muda lagi, ia tetap antusias mengikuti ujian kejar Paket B setara SMP.

TRENDING :  Menang Lawan Persikama, Persiku Naik Ke Peringkat Dua

Sebagai juru masak di panti sosial khusus cacat tuna netra “Pendowo” Mlati lor kecamatan kota. Wanita tersebut mengaku tidak minder meski dalam ujian ini dia bersama peserta yang usianya jauh dibawahnya, dia mengaku tidak minder.

“Menuntut ilmu tidak kenal waktu dan usia.” Ucapnya kepada isknews.com sesaat sebelum mengikuti ujian nasional kertas dan pensil (UNKP) kejar paket B yang berlangsung di MTS Nurul Ulum Jekulo, Sabtu (14 Mei 2017)

TRENDING :  Tidak Ada Anggaran Penggandaan Soal di APBD Pelaksaan UN – SD Blora Terancam Terhambat

“Ya, harus tetap semangat. Pendidikan itu penting sekalipun sudah tua, kayak saya,” Imbuhnya

Pada saat jam pertama ujian mapel Bahasa Indonesia, dirinya mengaku tidak merasa kesulitan, karena sebelumnya sudah dipersiapkan jauh hari untuk belajar.

Dikatakannya, dirinya ketika masuk kerja di kantornya itu sebelumnya memang hanya lulusan SD. Namun dirinya diminta oleh kantornya, karena sebagai pegawai honorer harus disesuaikan tingkat pendidikannya, falam hal ini supaya mengikuti kejar paket B,

TRENDING :  Pentingnya Menjaga Arsip, Sekali Arsip Hilang Aset Melayang

Setelah lulus dari kejar paket B ini, lanjut daonah, dia juga berencana akan mengikuti kejar paket C sampai selesai dan mendapatkan ijazah. “Karena tidak ada kata terlambat untuk belajar, dan saya yakin itu” ujarnya

Daonah menjadi contoh sekaligus memotivasi anak-anak muda agar terus semangat menuntut ilmu dan tidak mudah membeli ijazah palsu. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Post Comment

*