Meski Naik 100 Persen Lebih, Warga Tetap Padati Samsat Kudus

Kudus, ISKNEWS.COM – Meski pemerintah menaikkan tarif dan biaya penerbitan SIM, STNK, serta mutasi kendaraan bermotor pada tahun 2017, namun tidak begitu mempengaruhi warga dalam melakukan pengurusan perpanjangan STNK. Seperti yang terpantau di Samsat Kudus, Jumat (06/01/2017), ratusan warga berjubel mengantre memperpanjang STNK dan balik nama kendaraan.

(ISKNEWS/MUKHLISIN)

Kepala UPPD Kudus Wibowo mengatakan, kesadaran warga Kudus dalam mengurus perpanjangan STNK dan balik nama sangat bagus. Hal itu dibuktikan pada tahun 2016 penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) melebih target.

Baca Juga :  Lomba Desa tingkat Kabupaten tahun 2016 desa Krandon kec.Kota Kudus Berlangsung

“Kami rasa tidak akan mempengaruhi jumlah wajib pajak yang memperpanjang STNK dan balik nama kendaraan,” ujarnya.

Senada dengan Wibowo, salah seorang pengunjung Widodo mengatakan, tidak masalah ada kenaikan. Meskipun naik dirinya akan tetap taat dan membayar karena merupakan kewajiban. “Mampu beli motornya masa tidak mampu bayar pajakny,” selorohnya.

Namun, lanjutnya, seharusnya pemerintah lebih bijak lagi dalam membuat keputusan. Kenaikannya seharusnya tidak langsung drastis, sehingga masyarakat tidak kaget.

Baca Juga :  Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor Kudus 2016 Lampaui Target

“Ini seolah menjadi kado pahit akhir tahun. BBM naik, sembako naik, biaya pengurusan surat kendaraan juga ikut naik. Tentu ini memberatkan,” ungkapnya.

Sementara itu wajib pajak lain Sulistiani mengaku keberatan dengan kenaikan yang terkesan tiba-tiba. Apalagi menutnya pemerintah terkesan lempar tanggungjawab saat melihat pemberitaan di televisi.

“Kami nonton berita di pemerintah pusat kayaknya kok masih jadi perdebatan kebijakan baru ini. Semoga saja ditinjau kembali dan kenaikannya tidak memberatkan masyarakat,” harapnya. (MK)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?