Meski Terbaring Sakit, 240 Pasien RSUD Loekmono Hadi Tetap Ikuti Pilkada

oleh
Meski Terbaring Sakit, 240 Pasien RSUD Loekmono Hadi Tetap Ikuti Pilkada
Foto: Pilkada yang dilakukan di Ruang Dahlia RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Rabu (27-06-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM).

Kudus, ISKNEWS.COM – Meskipun tengah terbaring di Rumah Sakit, tetapi pasien dan keluarga pasien tidak akan kehilangan hak politiknya dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Kudus dan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah yang diselenggarakan hari ini, Rabu (27-06-2018). Melalui Tempat Pemungutan Suara (TPS) keliling atau TPS mobile, mereka menyalurkan hak pilihnya.

Seperti yang terjadi di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus siang ini. Tepat pukul 12.00 WIB para petugas mendatangi langsung pasien ke ruangannya masing-masing. Pada kesempatan tersebut dilakukan pemungutan suara pada 240 pemilih yang terbagi dalam 12 TPS.

TRENDING :  Perbedaan Data Sidalih Pilgub Jateng Jadi Rekomendasi Bawaslu Pati

“Berdasarkan data yang kami hitung dan ajukan ke KPU, pada hari ini ada sekitar 240 pemilih. Dimana 211 diantaranya adalah pasien dan keluarga pasien yang terdata dalam lebar C5 dan 38 lainnya merupakan pasien tambahan yang akan menyumbangkan suaranya melalui E-KTP,” jelas Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Abdul Aziz Achyar.

Tidak dipungkiri, jumlah pasien di rumah sakit yang sangat fluktuatif, menjadikan adanya perbedaan data awal yang diberikan kepada KPU dan jumlah pemilih pada hari ini. Misalnya, lanjut Abdul Aziz Achyar, pasien yang ada di IGD. Berdasarkan data kemarin, tercatat ada 5 pasien, namun kenyataanya pada hari bertambah menjadi 15 pasien.

TRENDING :  Pencemaran 'Sungai Dawe' Resahkan Warga, Ternyata Ini Penyebabnya

“Pasien yang baru masuk tetap bisa menyumbangkan hak politiknya, jika nanti ada kelebihan surat suara dan diizinkan oleh KPU. Syaratnya dengan menunjukkan E-KTP,” katanya.

Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus ini juga mengungkapkan tidak semua pasien di rumah sakitnya mengikuti pilkada. Seperti pasien di Instalasi Gawat Darurat dan bangsal jiwa.

TRENDING :  Akhirnya Kepala Desa Panjang Dipecat

“Kami tidak mengadakan pemungutan suara di IGD dan bangsal jiwa, dikarenakan kondisi pasien yang tidak memungkinkan untuk melakukan pemungutan suara. Pasien IGD dalam kondisi tidak sadarkan diri sehingga kami khawatir hak politiknya dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu,” tutupnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Suratman, pasien Ruang Dahlia III yang sangat terbantu dengan adanya TPS keliling ini. Bahkan dirinya tidak menyangka, ditengah kondisinya yang terbaring sakit masih bisa menyumbangkan hak pilihnya. (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :