Mi Goreng Jowo Khas Kudus Satu Satunya di Indonesia

Mi Goreng Jowo Khas Kudus Satu Satunya di Indonesia

Kudus, isknews.com – Mi dadat, mi dadat… mi dadat, mi dadat… Bagi sebagian masyarakat kudus, khususnya di kecamatan jekulo dan sekitarnya mendengar kata-kata mi dadat tentunya tidak asing di telinga. Biasanya setiap sore atau malam hari ada yang berkeliling menawarkan makanan khas tersebut. Anda tentu penasaran darimana istilah mi dadat berasal, berikut redaksi isknews.com menyajikan ulasannya.
Moh Karnan (71), pemilik warung yang sekaligus penggagas makanan khas ini menceritakan, sebenarnya istilah asli mi ini bukanlah mi dadat, namun mi goreng jowo. Tetapi sales yang ikut kerja bersamanya dan menjual mi goreng jowo keliling kampung memberikan istilah sendiri. “Mungkin saja untuk menarik minat pembeli, jadi diciptakanlah istilah mi dadat, katanya saat berbincang dengan redaksi isknews.com, Senin (11/4).
Pria yang akrab disapa Mbah Nan ini mengungkapkan, sebenarnya dirinya tidak nyaman dengan istilah mi dadat. Dadat, lanjut Mbah Nan, itu bisa disamakan arti dengan dadatan (makanan kuda), kurang elok rasanya kalau dikasih istilah mi dadat. “Saya pribadi lebih suka dengan istilah mi goreng jowo, tapi masyarakat sudah terlanjur mengenal istilah mi dadat ya mau di apakan lagi,” tambahnya.
Mbah Nan mengaku sudah berjualan semenjak tahun 1972 atau 44 tahun yang lalu. Awalnya mi goreng jowo ini dijual seharga Rp 50 saja per porsi, namun karena bahan bakunya semakin mahal saat ini dijual Rp 3.500 per porsi. Menurutnya harga itu sudah paling murah diantara mi lainnya yang dijual rata-rata lebih dari Rp 5 ribu per porsi. Bahkan Mbah Nan meyakini usaha mi goreng jowo ini satu-satunya di Indonesia dan hanya ada di Kudus. “Masyarakat Kudus harusnya bangga ada salah satu kuliner khas kudus yang langka, kemungkinan satu-satunya di Indonesia dan bisa di dapatkan dengan harga yang sangat murah,” tegasnya.
Mahmudah (47) salah seorang pembeli menuturkan, dulu sewaktu dirinya dan suami masih muda mi goreng jowo sangat terkenal, dan menjadi tempat anak muda yang sedang kasmaran untuk jalan berdua. “Sampai sekarang pun kami masih sering kesini, selain suka dengan cita rasa mi goreng jowo yang khas, bisa juga untuk mengenang masa lalu ketika masih muda,” tuturnya.
Nah itulah sekilas tentang mi goreng jowo yang lebih dikenal dengan istilah mi dadat, tidak ada salahnya untuk dicoba bagi anda yang penasaran. Semoga bisa menambah pengetahuan kuliner khas Kudus bagi sedulur isknews.com dimanapun berada. Selamat mencoba… (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Karasgede Kembangkan Usaha Sari Kedelai

Share This Post