Miliki 2 SMPN Unggulan, UPT Pendidikan Jati Tak Miliki SMK Negeri

KUDUS, isknews.com – Di wilayah kerja Dinas Pendidikan Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, terdapat sembilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan. Dari UTP di sembilan kecamatan itu, ada yang hingga sekarang belum mempunyai SMA Negeri, yakni UTP Pendidikan Kecamatan Jati. Padahal di wilayah UPT ini terdapat dua SMP Negeri Unggulan.

Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Jati, Sulardi, yang dihubungi isknews.com, di ruang kerjanya, Kamis (28/7), membenarkan hal itu. Menurut dia, sekolah lanjutan atas (SLA) negeri, terutama SMA, menjadi suatu kebutuhan, mengingat di UPT Pendidikan Jati, terdapat dua SMP negeri unggulan, yakni SMP-1 Jati dan SMP-2 Jati. “Prestasi akademik dua SMP itu cukup baik dan membanggakan, bisa menyamai SMP negeri yang ada di kota.”

Namun prestasi itu, ungkapnya lanjut, tidak diimbangi dengan kebutuhan lulusan SMP untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, karena di kecamatan itu belum mempunyai SMA negeri. “Hal itu sebenarnya sudah terpikirkan, oleh semua kepala UPT Pendidikan yang pernah ditugaskan di Kecamatan Jati ini. Namun kami hanya pelaksana, kebijakan dan pengambil keputusan menjadi kewenangan dinas.”

Dampak dari belum adanya SMA negeri itu, para lulusan SMP pun melanjutkan pendidikannya di lain kecamatan. Mengenai hal itu. “Sejauh ini tidak ada masalah, karena ada dua SMA negeri yang letaknya di wilayah UPT Pendidikan Kecamatan Kota yang letaknya berbatasan dengan Kecamatan Jati, yakni SMAN-2 dan SMAN Mejobo,” tegas Sulardi.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah Umum (Dikmenum) Disdikpora Kabupaten Kudus, Agus Nuratman, yang dihubungi terpisah, membenarkan kalau di UPT Pendidikan Kecamatan Jati belum mempunyai SMA negeri dan itu merupakan satu-satunya, dari sembilan UPT Pendidikan kecamatan di Kabupaten Kudus. “Kami dari dinas, bukannya tidak memikirkan hal itu, namun terbentur sejumlah kendala di lapangan.”

Baca Juga :  Upacara Peringatan HUT PGRI ke 71 di SMA 2 Kudus

Kendala yang dimaksud, terkait untuk mendirikan SMA, terutama menyangkut kebutuhan lahan. Idealnya, untuk membangun sekolah, dibutuhkan lahan seluas 2 hektare. Karena kebutuhannya tidak hanya bangunan fisik ruang kelas dan perkantoran, namun juga kebutuhan lain, seperti lapangan untuk olah raga yang luasnya memenuhi syarat. “Sampai sekarang, di Kecamatan Jati, lahan seluas itu, belum kami temukan.” (DM)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?