Mitos Larangan Berjualan Lentog di Desa Colo

by
Lentog
Foto: Lentog makanan khas Kudus yang sangat menggugah selera. (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM).

Kudus, ISKNEWS.COM – Lentog merupakan sebuah makanan legendaris asal Kota Kudus, yang terdiri dari irisan lontong yang berpadu dengan gurihnya sayur gori dan lodeh tahu. Kelezatan makanan ini, banyak dipilih masyarakat Kudus sebagai alternatif sarapan pagi yang mengugah selera. Cita rasanya yang gurih, menjadikan lentog digandrungi oleh semua kalangan, baik anak-anak maupun lansia.

TRENDING :  Catat! Ini Jadwal Kampanye Terbuka Pilkada Kudus 2018

Meskipun makanan ini begitu populer dan penjualannya telah menyebar ke setiap sudut Kota Kudus. Ternyata di Kudus terdapat sebuah mitologi larangan untuk berjualan lentog di sebuah daerah. Di manakah daerah tersebut? Daerah tersebut adalah Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Lalu mengapa dilarang berjualan lentog di daerah tersebut?

TRENDING :  Sepeda Motor Ini Raib Saat Terparkir di Luar Kos Mlati Kidul

Sebuah mitos menyebutkan, bahwa dahulu Sunan Muria tidak menyukai makanan lentog. Dari situlah, berjualan lentog di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus menjadi sesuatu yang dianggap tabu. Hal ini terbukti dari tidak ditemukannya penjual lentog di setiap sudut kawasan wisata Gunung Muria.

Berdasarkan kisah salah seorang warga Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Teguh (43) yang media ini temui pada Sabtu (31-01-2018). Dalam perbincangan ringan itu, ia membenarkan jika di Desa Colo terdapat sebuah larangan berjualan lentog, hal ini dilakukan sebagai wujud penghormatan kepada Sunan Muria yang konon tidak menyukai makanan tersebut.

TRENDING :  Tak Masuk RKPD, Pembangunan Tiga Jembatan di Kudus Tertunda
KOMENTAR SEDULUR ISK :