Momen Idul Adha, Pengusaha Kulit Kebanjiran Rezeki

oleh

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Momen Hari Raya Idul Adha menjadi berkah bagi pengusaha kulit, salah satunya Muhammad Wulaji asal Desa/Kecamatan Kayen, Pati. Selain mendapatkan bahan yang melimpah dan berkualitas, juga harga yang cukup terjangkau.

“Setiap hari kurban selalu kelimpahan bahan baku kulit, soalnya kan kulit hewan kurban jarang dibagikan, yang dimanfaatkan kan cuma dagingnya saja,” ungkapnya, Selasa (05/09/2017).

Dia mengaku, harus rajin keliling ke masjid dan musalla di seluruh Kabupaten Pati, bahkan sampai ke kabupaten tetangga, yakni Kabupaten Kudus dan Blora. Sejak hari pertama Idul Adha hingga tiga hari setelahnya, untuk mendapatkan kulit hewan kurban baik, kambing, sapi dan kerbau.

TRENDING :  POLSEK JUANA ADAKAN RAZIA KENAKALAN REMAJA.

“Carinya ya di musalla, masjid, rumah pribadi dan instansi-instansi yang melangsungkan ibadah kurban. Kemudian kita tawar untuk harganya,” papar Wulaji.

Dari tangan pertama, lanjut dia, pihaknya bisa mendapatkan harga kulit kerbau dengan harga Rp 25 – 27 ribu perkilogram. Sementara, kulit sapi dihargai sekitar Rp 12 ribu perkilogram. Sedangkan, untuk kulit kambing tergantung ukuran, biasanya dia membeli mulai harga Rp 30 ribu setiap lembarnya.

TRENDING :  Jenis-Jenis Budaya di Kabupaten Kudus

“Syukur lebih banyak dibandingkan dengan hari biasa. Kalau hari raya kurban, kami bisa memperoleh hingga 7.000 lembar kulit, ya semua jenis kulit hewan kurban,” jelasnya.

TRENDING :  Ganjar Mengaku Ngeri Dengan Kepala Ikan Manyung

Selanjutnya, imbuh Wulaji, kulit tersebut disamak dan dikeringkan untuk kemudian didistribusikan ke Solo. “Misalnya kulit kerbau, saya kirim ke Solo, disana biasanya dipakai untuk menjadi kerupuk,” bebernya.

Sementara, kulit sapi dan kambing akan diberi garam sebagai pengawet alami. Baru setelahnya akan dikirimkan ke Malang, untuk diolah menjadi aksesoris, sepatu, tas, hingga jaket dari bahan baku kulit. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :