MoU Dengan Delapan Rumah Sakit Swasta, Bukti Komitmen Bupati Kudus dalam Pelayanan Kesehatan

KUDUS-‘Si Buah Hati Lahir, Pulang Membawa Akta Kelahiran’. Itulah nama program yang dicanangkan Pemkab Kudus dalam pelayanan akta kelahiran bagi bayi yang baru lahir. Program ini telah berjalan di rumah sakit pemerintah yaitu RSUD dr. Loekmono Hadi sejak bulan Mei 2016 lalu. Hingga kini telah melayani 390 akta kelahiran.

Maksud dan tujuan adanya program ini yaitu agar bayi yang baru lahir terlindungi hak sipilnya. Selain itu untuk tertib administrasi kependudukan berupa akta kelahiran pada usia 0 sampai dengan 18 tahun. Kini, Pemkab Kudus melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menjalin kerja sama dengan delapan rumah sakit swasta.

Enam diantaranya adalah rumah sakit umum (RSU) swasta. Dan dua sisanya adalah rumah sakit ibu dan anak (RSIA). Untuk RSU yaitu RS Mardi Rahayu, RSI, RS Aisyiyah, RS Kartika Husada, RS Kumala Siwi, RS Nurussyifa. Sedangkan dua RSIA yaitu Permata Hari dan Harapan Bunda. Acara ini dilangsungkan di RS Mardi Rahayu, Senin (17/10).

Baca Juga :  Wow Luar Biasa Lomba Mancing berhadiah Motor

Ujicoba telah dilaksanakan selama sepekan, telah diterbitkan sebanyak 37 akta kelahiran dari delapan RS swasta tersebut. Akta kelahiran tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kudus kepada orang tua bayi yang baru lahir pada acara itu.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kudus H. Musthofa mengatakan bahwa ini merupakan bukti komitmen programnya untuk melayani masyarakat dalam bidang kesehatan. Karena dirinya telah berkomitmen untuk melayani masyarakat dari lahir hingga meninggal. Maka tidak ada perbedaan di rumah sakit negeri atau swasta.

”Tolong bantu kami atas komitmen pelayanan kesehatan ini untuk masyarakat,” harap Bupati di hadapan direktur RS dan tenaga kesehatan yang hadir.

Baca Juga :  Bupati Kudus: Pejabat Harus Kekinian Membuka Informasi Publik

Selanjutnya bupati juga meminta agar para kepala desa dan lurah, serta ketua RT dan RW agar menyosialisasikan program ini kepada seluruh masyarakat. Termasuk bahwa layanan ini gratis tidak ada pungutan biaya satu rupiah pun.

”Persyaratan yang kurang lengkap, saya minta bisa dilayani melalui email atau whatsapp (WA). Sehingga masyarakat bisa semakin mudah,” tambahnya.

MoU yang dijalin dengan rumah sakit swasta ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan ini merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah dengan pihak swasta merupakan satu kesatuan untuk memberikan pelayanan. Termasuk para bidan desa diminta mendukung keberhasilan program ini.

”Saya berharap acara ini bukan hanya sekadar seremonial saja. Melainkan menjadi inispirasi di Jawa Tengah,” pungkasnya.

Baca Juga :  Maryata," ABATE Dibagikan Gratis,Penggunaanya Harus Diawasi !"

Sementara itu, direktur RS Mardi Rahayu dr Pujianto mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik dan mendukung program Bupati Kudus dalam layanan kesehatan. Karena menurutnya ini merupakan kepentingan masyarakat secara luas. Termasuk layanan Akta Kelahiran ini dan berobat gratis cukup dengan KTP.

”Kami telah berkomitmen untuk melayani. Maka kami juga melayani berobat gratis hanya dengan KTP bagi warga Kudus,” pungkasnya.(rg/adv.)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?